Mengenai tema berkebaya, Susi menjelaskan bahwa berkebaya melambangkan keanggunan dan identitas perempuan. Ia berharap kebaya akan terus dilestarikan agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
“Berkebaya itu kini tidak kaku lagi, melainkan menambah keanggunan, dan kita harus memahami bahwa berkebaya adalah simbol identitas perempuan,” jelas Susi.
Ketua Pelaksana Milad Wahegar, Ani Suhartini, mengungkapkan rasa bangganya terhadap posisi Wahegar dan semangat perjuangan para wanita.
Ani mengaitkan perjuangan Wahegar dengan tokoh-tokoh pahlawan wanita seperti Lasminingrat, Cut Nyak Dhien, RA Kartini, dan Dewi Sartika yang telah menjadi panutan.
“Segala perjuangan tidak akan sia-sia. Setiap langkah kecil yang kita ambil akan tercatat,” ujarnya.
Ani berharap Wahegar akan terus eksis dan berjaya hingga 100 tahun ke depan sebagai tonggak perjuangan bagi para perempuan hebat Garut di dunia.***

