Namun, para ahli medis modern memperingatkan bahwa metode tersebut tidak memiliki dasar ilmiah dan justru meningkatkan risiko infeksi parasit berbahaya.
Dokter Wu Zhongwen dari Rumah Sakit Hangzhou menyebut bahwa ia telah menangani banyak kasus serupa, terutama di kalangan lansia yang mempercayai pengobatan tradisional ekstrem.
“Setiap tahun kami menerima pasien yang menelan katak hidup, getah ular, bahkan kulit katak. Kebanyakan dari mereka berakhir dengan infeksi parasit serius,” jelasnya.
Kasus serupa juga pernah terjadi sebelumnya. Pada tahun 2018, seorang wanita Cina menelan lima katak hidup untuk mengobati rematik dan akhirnya ditemukan cacing pita besar di tubuhnya.
Dua tahun kemudian, pada 2021, seorang pria mengalami infeksi parah setelah melakukan hal yang sama karena percaya katak bisa memberinya kekuatan.
Kini, dokter di seluruh Cina kembali memperingatkan masyarakat agar tidak mencoba pengobatan ekstrem seperti menelan katak hidup, karena bukannya menyembuhkan, justru bisa membawa bahaya mematikan.
Para ahli menegaskan bahwa cara terbaik menghindari infeksi parasit adalah dengan menjaga kebersihan dan mencari pengobatan medis yang aman dan terbukti secara ilmiah.***

