KITAINDONESIASATU.COM – Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo Muhammad Syafi’i mengimbau kepada saluruh satuan kerja Kementerian Agama (Kemenag), termasuk madrasah, penyuluh agama, dan rektor, untuk menyosialisasikan informasi Program Cek Kesehatan Gratis.
Romo Syafi’i mengatakan, bahwa Program Cek Kesehatan Gratis tidak hanya sebagai bagian dari amanat Undang-Undang Dasar 1945, namun juga realisasi janji kampanye Presiden Prabowo yang disampaikan pada 8 November 2023 lalu.
“Mari manfaatkan kesempataN ini. Jangan tunggu sakit dulu baru berobat, karena berobat biasanya mahal,” ujar Wamenag saat menghadiri Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin, 10 Februari 2025.
Dalam program ini, seluruh warga negara Indonesia dapat melakukan Cek Kesehatan Gratis ini dengan mengunduh aplikasi Satu Sehat, serta mendaftarkan jadwal pemeriksaan pada hari ulang tahun masing-masing atau maksimal 30 hari setelah tanggal ulang tahun.
Dalam pelaksanaannya, ia menjelaskan, ada dua layanan. Pertama, bagi masyarakat yang sehat, akan diberikan panduan pola makan dan gaya hidup sehat.
Kedua, bagi yang terindikasi memiliki penyakit, akan diberikan penanganan medis sesuai kebutuhan.
Lebih lanjut, Wamenag menjelaskan skema pemeriksaan tahap awal program ini. Pertama, CKG Puskesmas Saat Ulang Tahun (Mulai Februari 2025): Anak usia 0-6 tahun, dan semua yang berusia 18 tahun ke atas.
Kedua, CKG Sekolah (Mulai Juli 2025): Anak usia 7-17 tahun, dilaksanakan serentak di sekolah-sekolah pada setiap tahun ajaran baru.
“Ketiga, CKG Khusus untuk Ibu Hamil dan Balita: Pemeriksaan rutin bulanan di Posyandu untuk memantau tumbuh kembang, dengan pemeriksaan lebih lengkap di Puskesmas pada tanggal ulang tahun,” jelasnya.
Program Cek Kesehatan Gratis adalah merupakan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dengan target penerima manfaat terbesar dalam sejarah sektor kesehatan Indonesia, yaitu 100% penduduk Indonesia, atau lebih dari 281 juta orang warga negara. (*)


