Selain isu perdamaian, Prabowo menegaskan ancaman perubahan iklim sebagai tantangan terbesar umat manusia. Ancaman tersebut, kata Diaz, sangat nyata dirasakan Indonesia.
“Bumi sedang dihantui ancaman besar perubahan iklim yang mempengaruhi semua sektor mulai dari pangan, energi, ketersediaan air bersih, hingga kenaikan permukaan air laut,” tulis Diaz.
Ia menambahkan, pidato Presiden tidak hanya menyoroti konflik kemanusiaan, tetapi juga memberikan visi jangka panjang mengenai keberlangsungan hidup manusia.
“In the short run, kita harus selesaikan konflik sesama manusia, at all costs. Sementara, in the long run, kita harus fokus dengan misi lingkungan yang dapat mengancam keberlangsungan hidup manusia di bumi ini,” tandasnya.
Unggahan Diaz ini menambah daftar panjang apresiasi terhadap pidato Presiden Prabowo di PBB. Dukungan juga datang dari tokoh internasional seperti Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, serta tokoh nasional di antaranya Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Wakil Ketua MPR Edy Soeparno, Founder Foreign Policy Community Indonesia Dino Patti Djalal, hingga Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani. (Nicko)***



