KITAINDONESIASATU.COM – Kebijakan uji coba rute baru Car Free Day (CFD) oleh Wali Kota Banjarmasin Haji Muhammad Yamin kembali menuai gelombang protes dari masyarakat. Rute yang kini dialihkan dari kawasan Masjid Raya Sabilal Muhtadin ke Siring Nol Kilometer hingga Menara Pandang dinilai membingungkan dan berdampak pada pelaku UMKM serta kenyamanan warga yang ingin berolahraga.
Tokoh masyarakat Kuin Selatan, HM Iriansyah, secara tegas meminta agar Wali Kota tidak sembarangan mengutak-atik kawasan yang sudah dirintis dan terbukti berjalan baik di era kepemimpinan Wali Kota sebelumnya, Ibnu Sina.
“Wali Kota Yamin boleh saja kreatif, tapi jangan ganggu kawasan yang sudah tertata dengan bagus,” tegas Iriansyah kepada awak media, Minggu (29/6/2025).
Ia menyebut CFD di kawasan Masjid Raya Sabilal Muhtadin sudah tepat dan nyaman bagi masyarakat. Begitu pula Rumah Anno 1925 yang telah menjadi pusat pameran produk UMKM lokal. Kedua kawasan itu, menurutnya, semestinya diberdayakan lebih serius, bukan malah diubah tanpa evaluasi mendalam.
UMKM Terganggu, Wisata Terganggu, Warga Bingung
Sejumlah warga dan pelaku UMKM juga angkat suara. Mereka menyayangkan perubahan rute CFD yang dinilai berdampak langsung pada pendapatan dan kenyamanan ruang publik.
“Pedagang di Siring Nol Kilometer sekarang kesulitan. CFD di Masjid Raya itu sudah nyaman, nggak perlu diubah-ubah,” ujar Ijai, warga Kelayan.
Menurutnya, keberadaan pedagang dan wisatawan di Siring Menara Pandang justru terganggu karena keramaian CFD yang tidak ditata rapi. “Jadi olahraga saja di sekitar Masjid, jangan ganggu aktivitas di Menara Pandang. Wali Kota Yamin kami nilai kurang kreatif,” tegasnya.
Nisa, warga Veteran, juga menyuarakan keluhan serupa. Ia menyebut kawasan baru CFD lebih sempit, penuh pedagang, dan minim area untuk berolahraga.
“Belum lagi parkir liar di bahu jalan. Jalan sempit, orang olahraga jadi nggak nyaman. Harusnya balik lagi ke rute semula,” katanya geram.
Desak Evaluasi Segera
Desakan evaluasi terhadap rute baru CFD kini semakin kencang. HM Iriansyah meminta Pemko tidak asal uji coba tanpa mendengarkan suara masyarakat dan pelaku ekonomi lokal.
“Ini bukan soal jalan kaki saja. Ini soal ekonomi, ruang publik, dan kesinambungan kebijakan. Jangan semua yang sudah baik justru dirombak,” tegasnya. (Anang Fadhilah)



