News

Wali Kota Bogor : Sikat Premanisme, Pengamen Angkot untuk Wisatawan dan Warga Aman

×

Wali Kota Bogor : Sikat Premanisme, Pengamen Angkot untuk Wisatawan dan Warga Aman

Sebarkan artikel ini
sikat premanisme
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dalam apel pencanangan pemberantasan premanisme yang digelar di Tugu Kujang (Nicko)

KITAINDONESIASATU.COM– Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa peristiwa yang menimpa wisatawan asal Jepang di Kota Bogor tidak akan terulang.

Hal ini disampaikan setelah video viral yang memperlihatkan pengakuan wisatawan Jepang soal perlakuan tidak menyenangkan yang diterimanya dari dua pengamen saat menaiki angkutan kota (angkot).

Kejadian tersebut, yang sempat mengguncang media sosial hingga mendunia, menjadi perhatian serius bagi Pemkot Bogor.

“Ini adalah kejadian yang tidak boleh terjadi lagi. Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan semua pihak yang datang ke Kota Bogor,” ujar Dedie, dalam apel pencanangan pemberantasan premanisme yang digelar di Tugu Kujang, Jalan Pajajaran, Kamis 27 Maret 2025 sore.

Setelah dilantik, Dedie langsung bertindak dengan membentuk Satgas Pemberantasan Premanisme Kota Bogor untuk menangani persoalan ini. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil demi mencegah kejadian serupa, baik terhadap wisatawan maupun warga lokal. 

Dedie menegaskan, “Jika kejadian itu terulang lagi, Forkopimda akan melakukan tindakan tegas karena dampak kerugian ekonominya luar biasa.”

Ia juga menambahkan, meskipun tindakan intimidasi dari pengamen mungkin hanya menghasilkan uang belasan atau puluhan ribu rupiah, dampak negatifnya terhadap citra Kota Bogor jauh lebih besar.

Selain itu, Pemkot Bogor telah mengambil tindakan tegas dengan membongkar bangunan liar yang kerap digunakan sebagai tempat berkumpulnya para pengamen. Dedie berharap, dengan langkah ini, tidak akan ada lagi gangguan dari pengamen di angkutan kota yang mengganggu kenyamanan penumpang. 

“Kami tegaskan, tidak boleh ada lagi aktivitas mengamen di transportasi umum atau angkutan kota,” tegasnya. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *