Para lulusan Sespim Polri diminta mendukung program strategis pemerintah seperti swasembada pangan, hilirisasi industri, dan pertumbuhan ekonomi nasional. Inilah mengapa lulusan Sespim Polri hadapi tantangan global menjadi mandat utama dari institusi.
Di sisi lain, lulusan Sespim Polri juga dituntut menguasai teknologi digital seperti Artificial Intelligence (AI), analisis data, dan Open Source Intelligence (OSINT).
Wakapolri Dedi Prasetyo menekankan bahwa tantangan global kini bergeser ke ruang digital dengan maraknya kejahatan siber, hoaks, dan disinformasi.
Oleh karena itu, lulusan Sespim Polri hadapi tantangan global melalui penguasaan kompetensi digital yang mumpuni.
Terkait keamanan dalam negeri, Wakapolri Dedi Prasetyo memaparkan bahwa sepanjang 2023-2026, Polri telah melakukan preventive strike terhadap 265 tersangka dari delapan kelompok teroris.
Prestasi zero terrorist attack selama tiga tahun berturut-turut ini menjadi modal penting bagi lulusan Sespim Polri dalam menghadapi tantangan global berupa radikalisme digital dan fenomena Nihilistic Violent Extremism.
Mengutip pesan Presiden pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang baru lalu, Wakapolri Dedi Prasetyo mengingatkan bahwa kekuatan Polri bertumpu pada kepercayaan masyarakat.


