KITAINDINESIASATU.COM– Pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor periode 2024-2029 berlangsung pada Selasa, 27 Agustus 2024.
Dari 50 anggota yang dilantik, sebanyak 29 orang merupakan wajah lama yang kembali dipercaya oleh masyarakat. Beberapa dari mereka bahkan sudah terpilih untuk kedua atau ketiga kalinya secara berturut-turut.
Ketua DPRD Kota Bogor sementara, Adityawarman Adil, mengungkapkan bahwa dominasi wajah lama ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang kuat terhadap kinerja para legislator tersebut.
“Kami merasa terhormat karena kembali dipercaya oleh masyarakat untuk melanjutkan tugas kami di DPRD Kota Bogor. Ini adalah tanggung jawab besar yang akan kami emban dengan sebaik-baiknya,” ujar Adityawarman, Selasa, 27 Agustus 2024.
Di antara para legislator lama yang kembali terpilih adalah Pepen Firdaus dari Gerindra, Atty Somaddikarya dari PDI Perjuangan, dan Eka Wardhana dari Golkar. Selain itu, ada juga tokoh-tokoh seperti Said Muhamad Mohan (Gerindra), Anna Mariam Fadhilah (PKS), dan Dadang Iskandar Danubrata (PDI Perjuangan) yang turut kembali dilantik.
Sementara itu, ada 21 wajah baru yang akan bergabung dalam periode ini. Beberapa di antaranya adalah Desy Yanthi Utami (Golkar), Tri Riyanto Andhika Putra (NasDem), dan Karina Soerbakti (PAN). Kehadiran mereka diharapkan mampu membawa warna baru dan gagasan segar dalam menjalankan tugas legislasi, penganggaran, dan pengawasan di Kota Bogor.
Pengambilan sumpah dan janji para anggota DPRD tersebut dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Bogor, Iman Luqmanul Hakim, di Ruang Paripurna DPRD Kota Bogor. Acara ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh berbagai pejabat serta tamu undangan.
Setelah pelantikan, Adityawarman Adil bersama Wakil Ketua DPRD sementara, Rusli Prihatevy, akan segera memulai tugas penting, yaitu memfasilitasi pembentukan fraksi dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).
“Kami akan bekerja keras agar pembentukan fraksi dan penetapan pimpinan definitif DPRD Kota Bogor bisa selesai secepatnya, karena pemerintahan daerah membutuhkan kehadiran pimpinan yang definitif,” kata Adityawarman. (Nicko) ***


