Tak hanya inovasi, Putri juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia mendorong agar hasil riset Bappeda benar-benar dijadikan rujukan dalam penyusunan kebijakan.
“Kita harus inovatif sekaligus kolaboratif. Hasil kajian ini jangan berhenti di laporan, tapi dipakai untuk merespons isu dan menyelesaikan persoalan-persoalan kecil secara efektif,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Garut Natsir Alwi menjelaskan bahwa kegiatan diseminasi merupakan amanat Permendagri Nomor 17 Tahun 2016, dengan tujuan menyebarluaskan hasil penelitian agar dapat diimplementasikan dalam kebijakan daerah.
Ia menyebutkan, sepanjang 2025 terdapat delapan fokus kegiatan litbang, mulai dari kajian ketahanan pangan berkelanjutan, perhitungan indeks-indeks strategis daerah, hingga penilaian inovasi yang melibatkan akademisi Universitas Garut dan internal Bappeda.***



