News

Viral Grup Inses di FB, Polda Metro Jaya: Kami akan Menyelidiki

×

Viral Grup Inses di FB, Polda Metro Jaya: Kami akan Menyelidiki

Sebarkan artikel ini
Viral Grup Inses di FB, Polda Metro Jaya: Kami akan Menyelidiki
Viral Grup Inses di FB, Polda Metro Jaya: Kami akan Menyelidiki

KITAINDONESIASATU.COM – Polda Metro Jaya akan menyelidiki grup FB ‘Famtasi Sedarah’ yang berisi konten hubungan sedarah atau inses yang viral di kalangan netizen. 

“Kami sudah berkoordinasi dengan Direktorat Siber Polda Metro Jaya akan menyelidiki dan mendalami tentang akun Facebook tersebut,” kata Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak saat ditemui di Jakarta, Jumat.

Senada dengan itu, Direktur Siber Polda Metro Jaya Kombes Polisi Roberto Pasaribu grup tersebut telah dihapus oleh Meta karena melanggar aturan.

Baca Juga  Valid 14 Akun FF Hari Ini 23- 24 April 2025 Berisi SG Lengkap Cepat Login via FB dan Email No Tipu Tipu

“Akun grup tersebut sudah ditutup/ditangguhkan/dihapus oleh provider FB Meta karena melanggar aturan,” katanya.

BACA JUGA : Viral Grup Inses FB Fantasi Sedarah, Sahroni: Sangat Menjijikan

Roberto menambahkan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Meta serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terkait kasus tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Polri dan Kementerian Komdigi meringkus siapa saja yang terlibat dalam grup tersebut. 

“Ini sangat menjijikkan. Karenanya saya minta polisi dan Komdigi telusuri dan tindak para pengelola maupun anggota grup kotor tersebut,” kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Baca Juga  Polda Metro Jaya Umumkan Posko Laporan Orang Hilang, Publik Bisa Lapor via Hotline 0812-8559-9191

Ia mengatakan grup yang memuat konten inses ini berpotensi menimbulkan korban khususnya anak-anak. 

“Mereka jelas mewadahi penyimpangan dan ini kan masih fantasi, kalau tidak kita hentikan dan sampai fantasinya jadi kenyataan, ini akan menyebabkan pidana kekerasan seksual yang luar biasa menghancurkan korban,” katanya.

Jadi mereka harus dicari dan dibina secara psikologis. “Dan kita hentikan mereka sebelum kejadian,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *