News

Viral Bayi 9 Bulan Disuapi Nasi Padang, Warganet: Seblak nya Sekalian Bunda !

×

Viral Bayi 9 Bulan Disuapi Nasi Padang, Warganet: Seblak nya Sekalian Bunda !

Sebarkan artikel ini
Viral Bayi 9 Bulan Disuapi Nasi Padang, Warganet: Seblak nya Sekalian Bunda !
Tangkapan Layar TikTok

KITAINDONESIASATU.COM – Beredar video viral di media sosial TikTok memeperlihatkan bayi yang baru berusia 9 bulan disuapi nasi padang.

Nasi Padang sendiri bukanlah makanan yang diperuntukan untuk seorang Bayi, karena naspad (Nasi Padang) sendiri dominan bercita rasa pedas yang tak cocok untuk bayi.

Bahkan nampak dalam video tersebut ada potongan potongan cabai yang terlihat.

Tentu video tersebut mengundang kritikan dari warganet, karena Nasi Padang sendiri bukan makanan bayi.

Ada yang mengatakan Kasian pada lambung dan perut sang bayi, kalau udah sakit baru ibunya yang menangis-nangis.

Baca Juga  Paus Fransiskus Serukan Kerukunan dan Kemajemukan dalam Pidato di Istana Negara

Tak sedikit juga warganet melakukan sindiran-sindiran kepada sang ibu.

Yang mengatakan, wihh hebat ibu pintar sekali, nggak sekalilan seblak bu ujar seorang warganet.

Tetapi melansir dari Detik.com, menurut dokter Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nutrisi dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Meta Herdiana Hanindita SpA(K).

Makanan pendamping ASI (MPASI) pada bayi 9 bulan harusnya mengandung karbohidrat, lemak dan protein terutama hewani dan sayur atau buah sedikit saja.

Dalam video disebut tak terlalu jelas sang ibu memberikan menu apa yang disuapkan.

Baca Juga  Klarifikasi Cantika Davinca Terkait Kecelakaan yang Menewaskan Dua Anak di Bawah Umur di Magetan

Namun seandainya diberikan nasi padang seperi nasi dan rendang menuru dokter tak masalah.

Asalkan tekturnya disesuaikan dengan kemampuan mengunyah sang bayi.

Untuk rasa pedas sebenarnya subjektif tetapi karena bayi masih sensitive jadi bisa bkin diare dan sakit perut.

Baca Juga  Viral Oknum TNI AD Bunuh Istri di Deli Serdang, Anak TK Jadi Saksi

Jadi kalau memang ada cabe dan anaknya tak merasa kepedesan oke-oke saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *