Sementara itu, Romo Mikael Endro Susanto, Vikaris Episkopal Kemasyarakatan Keuskupan Bogor, menggarisbawahi pentingnya kegiatan ini sebagai wujud konkret toleransi dan persaudaraan antarumat beragama.
“Buka puasa bersama ini adalah teladan bagaimana kita bisa membangun toleransi. Tanggung jawab untuk anak-anak yatim adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya milik satu agama,” tegasnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan pembagian bingkisan untuk para peserta. Vihara Dhanagun berharap bahwa kegiatan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, serta dapat menjadi jembatan kebersamaan antar umat di Kota Bogor, membangun harmoni dalam keberagaman. (Nicko)


