KITAINDONESIASATU.COM – Insiden mengerikan terjadi saat outing class SMPN 7 Kota Mojokerto ke Pantai Drini, Gunung Kidul, Yogyakarta, Selasa (28/1/2025), rekaman video detik-detik korban terseret beredar di media sosial.
Dalam video viral berdurasi 40 detik yang dibagikan oleh akun X @yusuf_dumdum tersebut memperlihatkan situasi Pantai Drini yang memang ombaknya lumayan besar.
Kemudian nampak ada perahu dibagian tengah Pantai yang terlihat seperti menyelamatkan anak-anak yang terseret ombak.
Terlihat ada anak yang sudah ada di atas perahu dan ada juga anak-anak yang masih di air Pantai yang berusaha untuk dijangkau dan diselamatkan oleh perahu.
Terlihat dalam video ada dua sampai 3 anak yang masih di hantam ombak Pantai dan berusaha untuk tetap berada di permukaan dan hampir tenggelam.
Berikut videonya :
Diketahui, rombongan sekolah dari SMPN 7 Kota Mojokoerto ini diikuti oleh kelas 7 dan 8 sebanyak 257 siswa dan didampiingi oleh 16 guru selama perjalanan dengan menggunakan lima bus, Senin (27/1/2025) malam
Ratusan siswa tersebut tiba di Pantai Drini pada Selasa pagi dan siswa digendakan untuk sarapan dan bermain di sekitar pantai.
Sebenarnya petugas SAR yang berada di lokasi sudah memberi peringatan agar para siswa tak bermain di area berbahaya,
Tetapi beberapa siswa tak mengikuti arahan tersebut hingga akhirnya 13 orang siswa terseret ombak laut dan menyeretnya ketengah lautan.
Tim SAR Pantai Drini berhasil menyelamatkan sembilan siswa yang sempat terseret arus. Tragis, tiga siswa ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia.
Mereka adalah Alfian Aditya Pratama (13), Rayhaki Fatqiyansyah (13), Magen Yusuf Adliqo (13). Dan Rifki Yudha Pratama (13).
Sembilan siswa yang selamat langsung mendapatkan perawatan medis di dua rumah sakit berbeda. Tujuh siswa dirawat di RSUD Saptosari Gunungkidul.
Sedangkan, dua siswa mengalami iritasi lambung akibat terlalu banyak menelan air laut, dan dirujuk ke RSUP dr Sardjito Yogyakarta.
Untuk korban meninggal dunia atas nama Rifky Yudah Pratama (13) tahun baru ditemukan pada Rabu, (29/1/2025) pada pagi hari.
Dengan lokasi penemuan berjarak 20 meter dari korban meninggal lainnya. Korban pun sudah diberangkatkan ke rumah duka di Mojokerto.



