KITAINDONESIASATU.COM – Memasuki pencarian hari ke-6 Sabtu, 4 Oktober 2025 korban ambruknya bagunan Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo tim SAR gabungan menemukan 5 korban dalam kondisi meninggal dunia dan potongan kaki.
Seluruh korban meninggal dan potongan kaki yang ditemukan tim SAR gabungan telah dikirim ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jatim.
Kelima korban tersebut berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada tengah malam kemari hari Sabtu, 4 Oktober 2025 seluruhnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Dengan demikian total korban meninggal dunia ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo ini sudah mencapai 26 orang.
Lima korban yang ditemukan pada Sabtu malam itu telah dievakuasi sekitar pukul 22:57 WIB, pukul 22:59 WIB, pukul 23:01 WIB, pukul 23:26 WIB dan pukul 23:29 WIB seluruh korban berasal dari sektor A3.
Direktor Operasional Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengungkap jika lokasi korban berdekatan dengan tiga korban sebelumnya yang ditemukan di sektor A3, sehingga total hari ke-6 total korban dievakuasi berjumlah 16 orang sudah langsung dikirim ke RS Bhayangkara Surabaya.
Sementara proses evakuasi masih terus berlangsung yang difokuskan ke sisi utara pada bagian tidak terintegrasi dengan struktur utama.
Hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia mencapai 26 orang dan 1 body part berupa potongan kaki, sementara yang diduga masih berada di rentuhan puing diperkirakan sebanyak 38 orang.
Seluruh korban yang berhasil dievakuasi dalam kejadian itu sebanyak 130 orang dan 104 orang selamat sisanya diperkirakan meninggal dunia di bawah reruntuhan puing bangunan Ponpes Al Khoziny.
Seperti diberitakan sebelumnya sebuah bangunan mushola Ponpens Al Khoziny Buduran, Sidoarjo roboh saat para santri sedang menunaikan ibadah sholat Azar Senin, 29 September 2025 sore.
Akibat peristiwa itu sejumlah orang terluka dan puluhan lainnya tertimbun di dalam reruntuhan gedung yang dalam proses pembangunan itu, hingga kini diperkirakan masih terdapat 38 korban yang tertimbun. **


