Rektor INABA, Mochamamad Mukti Ali, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata implementasi program Kampus Berdampak yang inklusif dan berorientasi pada kebermanfaatan sosial.
“Kolaborasi ini adalah bentuk komitmen INABA untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas. Kami ingin memastikan bahwa kampus menjadi bagian dari solusi dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDG’s,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa inisiatif ini selaras dengan beberapa tujuan utama SDG’s, antara lain No Poverty (Tanpa Kemiskinan), Zero Hunger (Tanpa Kelaparan), Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Quality Education (Pendidikan Berkualitas), Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Reduced Inequalities (Berkurangnya Kesenjangan), Sustainable Cities and Communities (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan), serta Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, komunitas, dan pemerintah wilayah, INABA berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kehadiran pimpinan Kecamatan beserta jajarannya dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan pemerintah wilayah terhadap penguatan ekosistem inklusi sosial yang melibatkan perguruan tinggi dan komunitas.
Melalui sinergi ini, INABA dan BILIC berharap dapat menciptakan dampak nyata dan berkelanjutan, baik dalam peningkatan akses pendidikan, kemandirian ekonomi, maupun penguatan kapasitas personal penyandang disabilitas, sehingga terwujud masyarakat yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkeadilan.(*)


