“Di tengah tantangan modern, menjaga kualitas genetik dan daya saing Domba Garut menjadi hal penting. Pesta Patok adalah salah satu upaya konkret ke arah itu,” kata Dyah.
Dukungan juga datang dari DPD HPDKI Jawa Barat. Perwakilannya, Bahrudin, mengapresiasi peran kampus dan pemerintah daerah yang memberi ruang kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pelestarian budaya ternak.
Ketua Pelaksana Pesta Patok 2026, Muhammad Nizar, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar lomba ternak, tetapi juga sarana edukasi, silaturahmi, serta penguatan kualitas ternak lokal unggulan Domba Garut.***

