Dalam surat keputusan tersebut tertuang besaran UMK Jabar 2025 di 27 kabupaten dan kota. UMK Jabar paling tinggi Kota Bekasi Rp5.690.752,95 dan paling rendah Kota Banjar Rp2.204.754,48.
Simak daftarnya:
Kota Bekasi: Rp5.690.752,95
Kabupaten Karawang: Rp5.599.593,21
Kabupaten Bekasi: Rp5.558.515,10
Kabupaten Purwakarta: Rp4.792.252,92
Kabupaten Subang: Rp3.508.626,53
Kota Depok: Rp5.195.721,78
Kota Bogor: Rp5.126.897,22
Kabupaten Bogor: Rp4.877.211,17
Kabupaten Sukabumi: Rp3.604.482,92
Kabupaten Cianjur: Rp3.104.583,63
Kota Sukabumi: Rp3.018.634,94
Kota Bandung: Rp4.482.914,09
Kota Cimahi: Rp3.863.692,00
Kabupaten Bandung Barat: Rp3.736.741,00
Kabupaten Sumedang: Rp3.732.088,02
Kabupaten Bandung: Rp3.757.284,86
Kabupaten Indramayu: Rp2.794.237,00
Kota Cirebon: Rp2.697.685,47
Kabupaten Cirebon: Rp2.681.382,45
Kabupaten Majalengka: Rp2.404.632,62
Kabupaten Kuningan: Rp2.209.519,29
Kota Tasikmalaya: Rp2.801.962,82
Kabupaten Tasikmalaya: Rp2.699.992,26
Kabupaten Garut: Rp2.328.555,41
Kabupaten Ciamis: Rp2.225.279,16
Kabupaten Pangandaran: Rp2.221.724,19
Kota Banjar: Rp2.204.754,48.
UMSP dan UMSK Jabar 2025
Pemprov Jabar juga menetapkan upah minimum sektoral Provinsi (UMSP) naik 7 persen. Pada UMSP Jabar untuk sektor perkebunan dan padat karya disetujui naik 7 persen, dari Rp2.057.495 pada tahun 2024 menjadi Rp2.201.519 pada tahun 2025.
Kemudian, upah minimum sektoral kota/kabupaten (UMSK), terdapat dua kabupaten/kota yaitu Subang dan Kota Depok yang ditetapkan UMSK-nya. Penetapan itu tertuang dalam surat Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 561.7/Kep.802-Kesra/2024 tentang UMSK 2025.
Adapun mengenai kenaikan UMSK di dua kabupaten/kota yang ditetapkan, angkanya hanya naik 0,5 persen dari UMK 2025 yang naik 6,5 persen dari 2024.
Mengenai detail angka kenaikan dari 27 kabupaten/kota, serta sektor yang diajukan dalam UMSK, akan disampaikan lebih lanjut menunggu rampungnya Kepgub Nomor 561.7/Kep.802-Kesra/2024 tentang UMSK 2025.***



