KITAINDONESIASATU.COM – Seorang pembawa berita News12, Annalisa Klebers, mengungkapkan bahwa dirinya mengalami tekanan berat hingga mengalami gangguan psikotik akibat respons negatif dari jaringan tempatnya bekerja terhadap upaya menuntut keadilan gaji.
Klebers, yang dikenal sebagai jurnalis berprestasi dan pembawa berita pagi News12 di Connecticut dan New Jersey, mengklaim situasi ini bermula ketika ia mengajukan kontrak baru untuk mendapatkan gaji lebih tinggi dari $71.000 yang diterimanya.
Namun, permintaan tersebut memicu serangkaian perlakuan buruk dari para atasannya, termasuk diasingkan dari rapat, ditekan secara emosional, dan diberi tugas-tugas yang dianggap merendahkan.
“Apa yang dilakukan manajemen kepada saya telah mengubah hidup saya selamanya. Saya hampir kehilangan nyawa, dan anak-anak saya hampir kehilangan ibu mereka,” kata Klebers, yang merupakan ibu dari tiga anak, kepada The Post, Minggu, 29 Desember 2024.
Klebers, yang mulai bekerja di News12 pada April 2018, awalnya menerima pujian atas etos kerja dan kontribusinya.
Selama pandemi, ia menjadi salah satu karyawan kunci yang menangani berbagai tanggung jawab tambahan, termasuk memastikan peralatan studio berfungsi dan meliput konferensi pers harian Gubernur Andrew Cuomo.
Meskipun mendapatkan bonus $4.200 atas kerja kerasnya, rekan-rekannya dilaporkan menerima bonus dua kali lipat lebih besar.
Namun, setelah ia menyampaikan keluhan terkait kesetaraan gaji, kariernya mulai terganggu.
Klebers mengaku diabaikan oleh manajemen, disalahkan atas masalah teknis yang berada di luar kendalinya, serta tidak diikutsertakan dalam kampanye promosi, meskipun memimpin liputan badai besar.
Perlakuan ini membuatnya merasa dikucilkan dan diperlakukan tidak adil.
Pada Mei 2022, tekanan yang dialaminya memuncak, dan Klebers mengalami gangguan psikotik yang mengarah pada percobaan bunuh diri.
Ia dirawat selama enam hari di bangsal psikiatri dan akhirnya dipecat oleh Altice USA saat masih dalam cuti medis.
Klebers kini meminta ganti rugi kepada Asosiasi Arbitrase Amerika atas kehilangan penghasilan yang menurutnya layak ia terima. Ia juga berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi perusahaan untuk mencegah terulangnya kasus serupa.
Sementara itu, juru bicara Altice USA membantah tuduhan Klebers dan menyatakan bahwa News12 berkomitmen pada inklusivitas dan kesetaraan di tempat kerja.
“Tuduhan diskriminasi gender ini tidak berdasar, dan kami akan menentangnya dengan tegas,” pungkasnya.- ***
Sumber: New York Post


