KITAINDONESIASATU.COM – Gempa bermagnitudo 7,6 yang mengguncang Mindanao, Filipina, pada Jumat (10/10/2025), menimbulkan tsunami minor di wilayah Talaud, Sulawesi Utara. BMKG mencatat gelombang kecil tersebut muncul di tiga lokasi berbeda di Talaud.
Ketinggian gelombang tertinggi tercatat mencapai 11 sentimeter. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, membenarkan adanya kenaikan muka air laut tersebut.
“Tercatat di Tsunami Gauge BMKG di Beo, Talaud setinggi 7 cm,” kata Daryono dalam pernyataan singkat.
Data Pengamatan Tsunami
BMKG mencatat kenaikan muka air laut di tiga titik berikut:
Melonguane (03,99 LU – 126,67 BT) pada pukul 09:06 WIB, tercatat 11 cm.
Beo (04,23 LU – 126,78 BT) pada pukul 09:12 WIB, tercatat 5 cm.
Ganalo (04,42 LU – 126,86 BT) pada pukul 09:09 WIB, tercatat 5 cm.
Meski gelombang terdeteksi, ketinggian tersebut tergolong sangat rendah sehingga dikategorikan sebagai tsunami minor.
Situasi Sulawesi Utara Aman
BMKG menegaskan bahwa kondisi di Sulawesi Utara, termasuk wilayah Ternate dan Maluku Utara, tetap aman. Berdasarkan pantauan CCTV BMKG, tidak ada potensi tsunami besar yang mengancam wilayah tersebut. (*)

