KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi mengumumkan pembentukan “Dewan Perdamaian” (Board of Peace) untuk mengawasi stabilisasi dan rekonstruksi Jalur Gaza pascaperang.
Salah satu kejutan besar dalam pengumuman tersebut adalah penunjukan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, sebagai salah satu anggota eksekutif pendiri dewan tersebut.
Dewan yang diketuai langsung oleh Trump ini merupakan bagian dari fase kedua rencana 20 poin AS untuk mengakhiri konflik di Gaza. Selain Blair, nama-nama besar lainnya yang masuk dalam jajaran eksekutif adalah menantu Trump, Jared Kushner, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, serta utusan khusus untuk Timur Tengah, Steve Witkoff.
Dewan ini bertugas mengelola portofolio strategis mulai dari pembangunan kapasitas pemerintahan, hubungan regional, hingga mobilisasi modal skala besar untuk pembangunan kembali infrastruktur Gaza yang hancur.
Penunjukan Tony Blair menuai beragam reaksi. Meski Blair menyatakan merasa terhormat dan siap mempromosikan perdamaian, rekam jejaknya dalam Perang Irak 2003 memicu kritik tajam dari berbagai pihak yang meragukan objektivitasnya di Timur Tengah.
Di sisi lain, Trump memuji dewan ini sebagai “kelompok paling bergengsi yang pernah dibentuk” untuk menangani krisis global. Kehadiran Blair diharapkan dapat membawa koneksi diplomatik internasional guna mempercepat proses transisi di wilayah tersebut.(*)



