Sejak diresmikan pada 29 Desember 2022, Bendungan Beringin Sila menjadi tulang punggung irigasi di tengah Pulau Sumbawa. Pemerintah menargetkan optimalisasi bertahap hingga seluruh jaringan irigasi bisa mendukung 3.500 hektare lahan pertanian, termasuk area pengembangan baru seluas 1.100 hektare.
Dengan kapasitas tampung 32,75 juta m³ dan luas genangan 126 hektare, bendungan ini mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 130 persen menjadi 230 persen, memungkinkan petani menanam padi dua kali dan jagung sekali per tahun.
Selain irigasi, Bendungan Beringin Sila memberikan manfaat multi-fungsi: penyediaan air baku 76 liter per detik, potensi Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) 1,4 MW, serta pengurangan risiko banjir hingga 32,7 persen di Kecamatan Utan. Kawasan bendungan juga dikembangkan untuk perikanan tangkap dan wisata air, meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.
Menteri Dody juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan agar umur bendungan tetap optimal. Ia menekankan agar area sekitar bendungan tidak digunakan untuk tanaman yang mempercepat erosi.
Kesaksian petani, Ketua GP3A Salimbebebe Beringin Sila, A. Majid, menuturkan,
“Dulu kami hanya bisa tanam padi 1–2 kali setahun, tergantung hujan. Sekarang Alhamdulillah, bisa tanam tiga kali setahun. Hasil panen meningkat, penghasilan naik, bahkan banyak teman petani sudah bisa daftar umrah,’’ ujar Majid. (*)



