News

Tragedi di Laut Es Alaska: Pesawat Bering Air Jatuh, Seluruh Penumpang Tewas

×

Tragedi di Laut Es Alaska: Pesawat Bering Air Jatuh, Seluruh Penumpang Tewas

Sebarkan artikel ini
FotoJet 11 2
Pesawat komuter kecil jatuh di Alaska bagian barat. (Foto: AP)

KITAINDONESIASATU.COM – Pihak berwenang di Alaska barat bergegas mengevakuasi jenazah 10 korban tewas dan reruntuhan pesawat komuter yang jatuh sebelum cuaca buruk melanda.

Upaya ini dilakukan segera setelah pesawat turboprop bermesin tunggal milik Bering Air ditemukan pada Jumat, sehari setelah dinyatakan hilang dalam penerbangan dari Unalakleet ke Nome.

“Kondisi di lokasi sangat berubah-ubah, sehingga kami harus bekerja secepat dan seaman mungkin,” kata Jim West, Kepala Pemadam Kebakaran Sukarelawan Nome, seperti ditulis The Guardian pada Sabtu, 8 Februari 2025.

Pesawat yang mengangkut sembilan penumpang dan satu pilot itu jatuh di perairan es sekitar 48 km dari Nome.

Tim penyelamat bekerja cepat di atas es yang tidak stabil untuk mengevakuasi korban sebelum angin kencang dan salju menghambat operasi.

Helikopter Black Hawk disiapkan untuk mengangkut reruntuhan setelah evakuasi jenazah selesai.

Dua dari korban yang telah diidentifikasi adalah Rhone Baumgartner dan Kameron Hartvigson, yang sedang menjalankan tugas memperbaiki sistem pemulihan panas di Unalakleet.

“Mereka kehilangan nyawa saat melayani masyarakat,” ujar David Beveridge dari Konsorsium Kesehatan Suku Asli Alaska.

Senator Lisa Murkowski menyampaikan kesedihannya atas tragedi ini, sementara Wali Kota Nome, John Handeland, tak kuasa menahan emosi saat berbicara tentang insiden tersebut.

“Nome adalah komunitas yang kuat, dan kami akan saling mendukung melewati masa sulit ini,” katanya.

Pesawat Cessna Caravan itu lepas landas pukul 14.37 pada Kamis, sebelum kehilangan kontak kurang dari satu jam kemudian.

Radar forensik menunjukkan pesawat mengalami penurunan ketinggian dan kecepatan yang tajam sekitar pukul 15.18.

Namun, belum ada kepastian mengenai penyebab insiden ini, dan tidak ada sinyal darurat yang diterima oleh penjaga pantai.

Tim pencari yang menggunakan helikopter akhirnya menemukan lokasi jatuhnya pesawat, dengan dua penyelam diturunkan untuk penyelidikan awal.

Badan Keselamatan Transportasi Nasional telah mengirim sembilan penyelidik dari berbagai negara bagian untuk membantu investigasi.

Kecelakaan ini menjadi salah satu yang paling mematikan di Alaska dalam 25 tahun terakhir dan merupakan kecelakaan penerbangan besar ketiga di AS dalam delapan hari terakhir.

Sebelumnya, tabrakan pesawat jet dan helikopter di Washington DC serta jatuhnya pesawat medis di Philadelphia telah menewaskan puluhan orang.

Penerbangan adalah moda transportasi penting di Alaska, mengingat banyaknya komunitas yang tidak terhubung dengan jaringan jalan raya. Bering Air sendiri melayani 32 desa dari pusatnya di Nome, Kotzebue, dan Unalakleet.

Sebagai bentuk solidaritas, Pemerintah Kota Nome mengadakan doa bersama bagi para korban, keluarga mereka, serta tim penyelamat yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi.- ***

Sumber: The Guardian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *