KITAINDONESIASATU.COM – Gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Myanmar pada 28 Maret 2025, jumlah korban bertambah menjadi 3.471 jiwa. Hal itu dilaporkan media pemerintah pada Minggu, 6 April 2025.
Dalam peristiwa itu sekitar 653 orang yang terjebak di bawah reruntuhan diselamatkan oleh tim SAR lokal dan interasional, dan 682 jenazah telah dievakuasi dari puing-puing bangunan.
Pekabat tertinggi PBB urusan kemanusiaan, Tom Fletcher menulis di akun X-nya mengaku mengkhawatirkan keluarga korban yang tidur di luar reruntuhan rumah mereka karena cuaca yang tidak menentu yakni hujan dan suhu panas yang ekstrem akan memicu wabah penyakit.
“Banyak keluarga tidur di luar reruntuhan rumah mereka, sementara jenazah orang-orang masih ditarik dari puing-puing. Ada ketakutan nyawa akan gempa susulan,’’ ujar Fletcher.
Saat ini jalur kereta api Yangon-Mandalay dan Bandara Internasional Mandalay telah dibuka setelah sempat ditutup. Akibat getaran gempa sebanyak 11 jembatan kereta api mengalami kerusakan.
Sementara di negara tetangga Thailand, jumlah korban tewas akibat gempa telah meningkat menjadi 24 orang, sementara 77 orang lainnya masih dinyatakan hilang. (*)

