KITAINDONESIASATU.COM – Menghadapi hujan lebat disertai petir sering kali kita tak berdaya kecuali berteduh yang aman menurut Anda.
Lalu bagaimana kita bereaksi saat menghadapi bahaya petir? Di Amerika Serikat petir menyambar sekitar 25 juta kali setiap tahun.
Menurut data NWS sebagian besar sambaran petir terjadi selama musim panas hingga menyebabkan sekitar 20 kematian setiap tahunnya.
Kemungkinan risiko terjadinya petir meningkat saat badai mendekat dan berada di titik tertingginya saat badai berada tepat di atas kepala, namun risiko ini menurun saat badai menjauh dari kepala kita.
Untuk itu perlu kita memahami kiat-kiat untuk tetap aman saat terjadi badai petir, paling tidak mengurangi risiko sambaran petir, saat berada di luar ruangan atau rumah.
Dengan cara membuat rencana untuk mencapai tempat yang lebih aman.
Jika langit berubah mendung dan guntur terdengar, carilah tempat berlindung yang aman.
Jika Anda berada di dalam ruangan atau rumah, hindari kontak dengan telepon kabel, peralatan listrik, pipa ledeng, serta jendela dan pintu.
Tunggu selama 30 menit setelah kilat atau guntur terakhir, dan jangan sampai ke luar ruangan sebelum waktu itu.
Mencari tempat berlindung di dalam ruangan sebenarnya bukan suatu pilihan, berikut tips-tipsnya:
- Jauhi lapangan terbuka, puncak bukit, atau puncak gunung.
- Hindari pohon-pohon yang tinggi dan terisolasi atau objek-objek yang tinggi lainnya.
- Jika Anda berada di hutan, pilihlah area dengan tutupan pohon yang lebih pendek.
- Jika Anda bersama suatu kelompok, buatlah kipas untuk menghentikan arus listrik yang mengalir di antara para anggota.
- Jika Anda berkemah di tempat terbuka, pilihlah lembah, jurang, atau daerah rendah sebagai lokasi berkemah. Anda harus ingat, jika tenda tidak melindungi Anda dari petir.
- Jaga jarak aman dari air, benda basah, dan benda logam. Air dan logam tidak menarik petir, akan tetapi dapat menghantarkan listrik secara efisien.
Apa yang harus dilakukan saat hujan di jalan?
Nyalakan lampu depan Anda
Saat langit gelap, menggunakan lampu depan dapat meningkatkan jarak pandang dan memberi tahu pengemudi lain tentang keberadaan Anda.
Di jalan raya
Berkendara di jalur tengah dan tetap di dataran tinggi, air hujan cenderung menumpuk di tepi jalan.
Hindari genangan air
Mengemudi di genangan air atau daerah dengan curah hujan rendah dapat mengakibatkan kendaraan tergelincir atau kehilangan kendali.
Jaga jarak aman dari kendaraan besar
Truk atau bus dapat menghasilkan semprotan air yang menghalangi jarak pandang.
Jauhi daerah yang banjir
Saat melewati jalan yang banjir, putar balik dan kembalilah. Arus banjir bandang sangat kuat dan dapat menyapu pengemudi keluar dari jalan. Mengemudi melalui air yang dalam juga dapat memengaruhi sistem mekanis dan elektrik kendaraan. **

