KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah militer Israel mengonfirmasi bahwa sebuah rudal Iran menghantam kota Dimona, lokasi fasilitas nuklir strategis di gurun Negev, pada Sabtu (21/3/2026) waktu setempat. Serangan ini memicu kerusakan signifikan dan kepanikan massal di wilayah tersebut.
Laporan dari dinas pemadam kebakaran dan medis Israel menyebutkan bahwa rudal tersebut menghantam langsung bangunan di pusat kota, termasuk area pemukiman di dekatnya. Sedikitnya 30 orang dilaporkan luka-luka akibat ledakan dan puing-puing bangunan yang runtuh.
Meskipun serangan mendarat di area fasilitas nuklir, otoritas keamanan memastikan hingga saat ini tidak ada kebocoran bahan radioaktif yang terdeteksi.
Pihak Teheran melalui televisi pemerintah menyatakan bahwa serangan ini merupakan aksi balasan langsung atas serangan udara sebelumnya yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap kompleks pengayaan nuklir Natanz di Iran tengah.
Eskalasi yang terjadi di tengah suasana Idulfitri ini memicu kekhawatiran global akan pecahnya perang terbuka di kawasan tersebut.
Saat ini, militer Israel dilaporkan tengah bersiaga penuh, sementara komunitas internasional mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban sipil dan kerusakan infrastruktur vital yang lebih luas.(*)


