Ia menjelaskan, seluruh bagian tubuh korban yang ditemukan segera dievakuasi dan diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi lanjutan.
“Body part korban langsung kami serahkan ke tim DVI di RS Bhayangkara agar dilakukan pemeriksaan medis dan forensik secara menyeluruh,” ujarnya.
Selain itu, sejumlah barang pribadi korban turut diamankan, antara lain laptop, telepon genggam, paspor, flash disk, kacamata, pouch, serta dokumen penting lainnya.
Seluruh barang tersebut telah didata dan diserahkan kepada pihak berwenang sesuai mekanisme yang berlaku.
Arif menegaskan, operasi SAR masih terus berlanjut dengan melibatkan personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, serta komunitas kemanusiaan.
Dukungan peralatan darat dan udara tetap dimaksimalkan untuk menjangkau area pegunungan yang sulit diakses.

