KITAINDONESIASATU.COM – Keindahan pantai di sekitar Kediri seperti di Tulungagung, Trenggalek hingga Pacitan tak kalah indahnya dengan pantai di Parangtritis, Bantul DIY.
Entah apa yang mengusik mereka, sehingga tiga remaja asal Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri ini memilih Pantai Parangtritis sebagai lokasi tujuan wisata mereka, hingga nyaris merenggut nyawa mereka, Rabu (1/1/2025).
Ketiga remaja itu antara lain bernama Muhammad Syahid (22), Agus Mulano (22) dan Ahmad Gufron Arosid (20) semuanya satu desa dari Kepung.
Ketiga remaja ini terseret ombak Pantai Parang Tritis yang dikenal wingit itu, pada sekitar puku; 07:35 WIB.
Menurut informasi yang diperoleh mengungkapkan ketiga remaja ini tiba di lokasi pantai sekotar pagi-pagi buta pukul 05:30 WIB di antara mereka langsung bermain ke pantai.
Kemudian sekitar pukul 07:30 WIB ada tiga orang bemain air yang mengarah ke lokasi rip current yang merupakan arus air laut kuat yang bergerak menjauh dari pantai.
Rip current adalah arus kuat dari air laut yang yang bergerak menjauh dari pantai. Mereka bahkan dapat menyapu perenang terkuat sekalipun ke laut.
Usung Naga Kembar, Pelayang Tulungagung Juarai Festival Layang-layang di Pantai Ketawang Purworejo
Rip current disebabkan karena adanya pertemuan ombak yang sejajar dengan garis pantai sehingga menyebabkan terjadinya arus balik dengan kecepatan arus yang tinggi.
Kecepatan arusnya bervariasi tergantung pada kondisi gelombang, pasang surut dan bentuk pantai.
Rip current yang telah diukur kecepatannya dapat melebihi 2 m/ detik, sehingga tentu saja sangat amat berbahaya bagi pengunjung pantai.
Sebelumnya petugas sudah memberikan peringatan, namun tidak diindagkan dan tidak berselang lama ketiganya terseret arus balik ke tengah itu, yang kemudian tenggelam.
Petugas SAR yang mengetahui peristiwa itu, langsung memberikan upaya pertolongan petugas ke lokasi kejadian.
Ketiga korban berhasil dievakuasi, dan berhasil terhindar dari peristiwa mengerikan itu.
Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa wilayah III Parangtritis, M Arief Nugraha mengungkapkan mereka ada wisatawan berangkat bersama 30 rombongan lainnya menggunakan bus wisata.
Hingga saat ini kondisi ketiga korban ini sudah membaik, bahkan petugas sudah mengembalikan mereka ke rombongan kelompoknya.
Petugas berharap agar pengunjung mematuhi arahan petugas di lapangan agar aman dan selamat dari kecelakaan terseret ombak semacam ini, yang kerap dialami wisatawan yang bandel. **


