KITAINDONESIASATU.COM – Tiga peristiwa miris terajadi di wilayah Ponorogo pada Sabtu (21/12/2024) dipekan kemarin menimpa dua remaja berusa belasan tahun dan seorang pemuda berusia 31 tahun, Senin (23/12/2024).
Dua peristiwa itu terjadi karena kecelakaan lalu lintas dan dua korban lainnya karena tenggelam di aliran sungai Dam Sungkur dan di Waduk Bendo, Kecamatan Sawoo, hingga menyebabkan tiga orang usia produktif itu menghembuskan nafas terakhirnya.
Yang memprihatinkan bagi kita adalah tiga kecelakaan karena human error atau akibat kesalahan manusia itu sendiri, yakni dua orang diduga terpeleset tenggelam dan seorang remaja akibat kurang fokus dalam berkendara, hingga mengalami kecelakaan.
Dari data-data yang diperoleh menyebutkan korban kecelakaan terjadi pada Sabtu (21/12/2024) terjadi di Simpang Tiga Pakis, Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo pukul 07:30 WIB.
Warga Sawoo Ponorogo Tenggelam di Waduk Bendo Kerahkah 42 Personel SAR
Kecelakaan melibat seorang remaja yang tidak diketahui namanya, melaju dengan kecepatan tinggi di pertigaan dengan sebuah truk yang hendak berbelok berlawanan arah.
Pengendara sepeda motor Honda Beat tidak mampu mengendalikan kendaraannya bertabrakan dengan truk hingga terjatuh ke utara jalan dan masuk sungai
Akibatnya pengendaraa sepera motor mengalami luka parah hingga meninggal dunia ketika hendak di rujuk ke RSU dr Hardjono Ponorogo.
Sementara dihari yang sama di temukan jenazah korban tenggelam Efendi Nurhasan (31) warga Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambong, diduga korban terpeleset di sungai hingga akhirnya tenggalam di aliran Sungai Dam Sungkur, Desa Pulosari, Jambon.
Geger Jenazah Diduga Korban Banjir Warga Balong di Dam Sungkur Ponorogo
Menurut Kapolsek Jambon AKP Purwati Sekiantoro mengatakan Asifudin, sekitar pukul 13:45 WIB mendapat infomasi dari warga yang melintas salah jika ada mayat yang hanyut kemudian Asifudin mengikuti bersama warga hingga mayat menepi di bibir sungai.
Hingga akhirnya jenazah berhasil dievakuasi oleh warga dan petugas kepolisian dan anggota TNI untuk kemudian dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis RSUD dr Harjono Ponorogo.
Dari hasil pemeriksaan korban diketahui korban meninggal dunia akaibat tenggelam sekitar 3 jam yang lalu dari proses pemeriksaan itu.
Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan terjadap fisik korban, pihak keluarga menerima kondisi jenazah dan menolak dilakukan autopsi dan membuat penyataan untuk tidak menuntut pihak manapun.
Hingga akhirnya korban diserahkan ke pihak keluarga bersama barang bukti berupa pakaian dan celana korban, untuk selanjutnya untuk dimakamkan.
Pengendara Beat Meninggal Setelah Menghatam Truk di Jambon Ponorogo
Sementara korban ketiga adalah dialami Karyono (22) warga Temon, Kecamatan Sawoo yang tenggelam saat mencari ikan bersama pamannya Parni (50) di Waduk Bendo, Kecamatan Soowo, Ponorogo Sabtu (21/12/2024) sore.
Korban tenggelam saat Karyono hendak menebar jala ke dalam waduk, diduga terpeleset dan terjebur ke dalam di area waduk Bendo itu.
Celakanya saat terjebur korban tidak bisa renang, hingga tenggelam sementara sang kakek juga tidak bisa memberikan pertolongan hingga akhirnya korban tenggelam dan hingga Minggu (22/12/2024) siang jenazahnya masih dalam pencarian petugas SAR gabungan.
Setidaknya hingga Minggu (22/12/2024) siang kemarin sebanyak 42 personil dikerahkan untuk melakukan pencarian jenazah Karyonodi area Waduk Bendo.
Kepala pelaksana BPBD Ponorogo, Masun mengungkapkan petugas SAR akan melakukan pencarian sesuai prosedur selama 7 hari ke depan. **


