KITAINDONESIASATU.COM – Tiga pengendara tewas di jalur Pasuruan–Purwosari, khususnya kawasan Kecamatan Wonorejo, semakin memprihatinkan.
Dalam kurun waktu satu minggu, tiga pengendara tewas kehilangan nyawa di ruas jalan yang dikenal rawan kecelakaan tersebut.
Kondisi gelap dan minim penerangan di malam hari disebut menjadi salah satu pemicu tingginya insiden.
Daftar Tiga Pengendara Tewas di Jalur Pasuruan
Rangkaian kecelakaan ini bermula pada Jumat 7 November 2025 pagi di Desa Sambisirah.
Seorang pengendara bernama Titik Inayati bersama ibunya mengalami kecelakaan tunggal setelah sepeda motor yang mereka tumpangi menghantam pohon di tepi jalan.
Sang ibu meninggal di lokasi, sementara Titik dilarikan ke RSUD dr R Soedarsono karena luka berat.
Belum sehari berlalu, Sabtu 8 November 2025 malam, seorang warga Winongan, Abdullah (69), menjadi korban berikutnya. Ia tewas setelah motornya ditabrak truk boks dari belakang di depan SPBU Sambisirah.
Korban ketiga tercatat pada Rabu 12 November malam.
Pengendara Honda BeAT bernama Imam Santoso, warga Purwodadi, meregang nyawa usai menabrak truk yang berhenti di depan kantor BRI Wonorejo.
Korban sempat dibawa ke rumah sakit sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Warga sekitar menyampaikan bahwa faktor manusia bukan satu-satunya penyebab.
Minimnya lampu penerangan jalan umum disebut membuat kondisi jalur tersebut sangat berbahaya, terutama pada malam hari.
Warga menilai sebagian besar ruas dari Pasar Wonorejo hingga Sambisirah hampir tidak memiliki PJU, sehingga kendaraan sering melaju kencang tanpa visibilitas memadai.
Dengan meningkatnya jumlah korban jiwa, masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, termasuk menambah fasilitas penerangan jalan.
Usai insiden tiga pengendara tewas, diharapkan ada upaya menekan potensi kecelakaan agar dapat menghentikan bertambahnya korban di jalur tersebut.(*)

