KITAINDONESIASATU.COM-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta Biro Banten dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Banten menggelar diskusi tentang Perlindungan Jurnalis di Banten.
Ketiga organisasi wartawan ini sepakat bersama terus berupaya mendorong perlindungan jurnalis di Banten. Di antara isu perlindungan jurnalis, yaitu terkait nasib jurnalis stringer televisi di Banten yang hingga kini masih berada di titik rawan.
Meski menjadi ujung tombak peliputan di daerah-daerah, tidak adanya perjanjian kerja resmi membuat posisi mereka kian terpinggirkan. Tanpa status formal sebagai karyawan, para stringer sering kali bekerja tanpa asuransi, jaminan kesehatan, atau perlindungan hukum. Situasi ini berdampak langsung pada perlindungan dan keamanan saat mereka bertugas, terutama dalam situasi berisiko tinggi di lapangan.
Situasi ini memicu keprihatinan, karena tugas mereka sering melibatkan liputan konflik, bencana alam, atau demonstrasi yang berpotensi membahayakan keselamatan. Kontribusi besar mereka dalam menyuplai informasi visual berkualitas untuk tayangan berita sering kali tidak sebanding dengan perlakuan yang mereka terima.
Kondisi itu diungkapkan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Banten Adhi Mazda. “Perlu ada kolaborasi dalam mendorong perlindungan wartawan yang bertugas di Provinsi Banten, baik dari sisi kerentanan keamanannya dalam bertugas, maupun upaya mendorong kesejahterannya,” ujarnya.
Kata Adhi, saat ini wartawan di Banten khususnya wartawan televisi yang berstatus stringer masih rentan terhadap masalah saat menjalankan tugas jurnalistiknya di lapangan. “Maka itu perlu ada program seperti advokasi demi menjamin perlindungan teman-teman yang bertugas di lapangan,” ungkapnya, kemarin.
Sementara itu, Ketua PWI Banten Mashudi mengatakan, ada hal yang harus dilakukan bersama oleh organisasi konstituen Dewan Pers dalam mendorong solusi persoalan tersebut. “Ada satu hal yang sama. Kita ingin ke depan ada yang kita lakukan bersama. Kita ada sinergi dan kolaborasi, penguatan wartawan pun akan bagus,” kata Mashudi sambil menambahkan kalau penguatan kita lakukan bersama, berkolaborasi, ini memiliki harapan luar biasa, karya jurnalistik itu akan diapresiasi positif.

