News

Tiga Anak di Bawah Umur yang Tabrak Truk Parkir di Jalan Raya Kletek Sidoarjo Menjadi Tiga Orang Anak Tewas

×

Tiga Anak di Bawah Umur yang Tabrak Truk Parkir di Jalan Raya Kletek Sidoarjo Menjadi Tiga Orang Anak Tewas

Sebarkan artikel ini
kecelakaan sidoarjo
Petugas Polisi saat memeriksa kendaraan korban di tempat kejadian perkara di Jl Raya Kletek, Taman, Sidoarjo, Sabtu (7/6/2025). foto: satlantas polres sidoarjo

KITAINDONESIASATU.COM – Kasus kecelakaan mengerikan di Sidoarjo yang melibatkan anak-anak di bawah umur akhirnya menjadi 3 orang tewas, Sabtu (7/6/2025) malam.

Ketiga remaja ABG (Anak Baru Gede) yang tewas dalam insiden tabrak truk parkir itu di ruas jalan tengkorak Jalan Raya Kletek, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.

Diketahui korban meninggal adalah berinisial HMR (14), AV (15) dan NFA (13) rata-rata anak di bawah umur duduk di bangku SMP warga Desa Gilang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.

Menurut informasi yang diperoleh mengungkapkan saat mereka mengendarai Yamaha Mio J Nopol W 330 ZZ yang dikendarai ketiga remaja itu.

Saat itu sepeda motor dikemudikan HMR melaju dari arah Timur ke arah Barat atau dari arah Surabaya ke Krian, Sidoarjo.

Seperti diungkapkan Iptu Hari Nurcahyo Kanit Lantas Polsek Taman kepada wartawan, ketiga korban jiwa itu sama-sama teman bermain.

Di tengah perjalanan kendaraan melaju dengan kecepatan tingi tiba-tiba kehilangan kendali dan tak mampu mengendalikan laju kendaraannya.

Saat melaju tiba-tiba sepeda motor kehilangan kendali dan oleng ke arah kiri hingga menabrak truk yang sedang parkir di pinggir jalan.

Truk terparkir di bahu jalan R 8616 ET yang dikemudikan AR (43) warga Tegalan, Trowulan, Mojokerto menghadap ke arah barat.

Korban menabrak bagian belakang truk bagian pojok, hingga ketiga korban terpental dan jatuh menghantam aspal sepertara sepeda motor hampir masuk ke kolong truk.

Benturan keras dari sepeda moto membuat pengemudi sepeda motor HMR meninggal di lokasi kejadian sementara dua lainnya langsung dilarikan ke rumah sakit.

Sementara ketiga korban dilarikan ke RSU Anwar Medika Sidoarjo untuk HMR dan dua korban luka dievakuasi ke RS Sheila Medika, namun malamnya keduanya meninggal dunia.

Sementara saksi mata dari peristiwa itu mengungkapkan mendengan benturan keras, ketika melihat sudah ada sepeda motor ringsek dan pengendara berlumuran darah di jalan.

Petugas kepolisian yang datang menemukan barang bukti layang-layang, diduga ketiga anak itu usai bermain layang-layang di suatu tempat.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) disebutkan petugas tidak adanya jejak bekas pengereman di lokasi kecelakaan.

Dihimpun dari berbagai sumber kecelakaan dengan berboncengan bertiga itu berisiko tinggi kehilangan kendali karena struktur motor lebih mudah oleng, dan sulit dikendalikan saat membawa tiga orang terutama bagi anak-anak.

Anak-anak usia di bawah umur dengan ketrampilan mengemudi masih minim, implusif dan mudah tergoda dengan kecepatan karena penasaran dengan sepeda motornya, serta tidak memiliki izin mengemudi.

Sementara kondisi truk yang parkir di bahu jalan pengendara kehilangan ruang untuk menghindar, jalan menjadi sempit memperkecil ruang bernamufer bagi pengendara sepeda motor.

Di Indonesia dari data yang diperoleh mengungkapkan 61 persen kecelakaan sepeda motor disebabkan oleh faktor manusia, akibat kelalaian, kelelahan, pelanggaran aturan tanpa mengenakan helm.

Kecelakaan ini bukan semata nasib buruk, tetapi akumulasi faktor risiko, moda jalan yang tidak aman, perilaku remaja yang impulsif, dan regulasi serta edukasi lalu-lintas yang masih lemah.

Untuk mencegah tragedi serupa, pendekatan sistematis diperlukan, mulai dari teguran langsung di jalan, program edukasi keselamatan, hingga desain dan pengamanan infrastruktur jalan yang lebih baik. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *