Sejak beberapa pekan terakhir Pemkab Ponorogo terus melakukan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang menjadi masalah kekeringan di wilayah ini.
Upaya ini dilakukan menyusul datangnya musim kemarau, yang menimbulkan kekeringan disejumlah wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Datangnya musim kemarau membuat tanaman mengering hingga memudahkan terjadinya kebakaran disejumlah tempat.
Setidaknya selama bebera pekan belakangan ini sudah beberapa kali Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah tempat di wilayah Kabupaten Ponorogo.
Sedangkan selama dua bulan terakhir telah ter 6 titik lokasi kebakaran hingga BPBD Kabupaten Ponorogo menetapkan status siaga Kadhutla sejak 1 Juni 2024 lalu.
Dari kejadian itu kebanyatakan kebakaran terjadi berada di dekat jalan raya, yang artinya kebakaran terjadi dipicu adanya perbuatan manusia, seperti membuang putung rokok dan sejenisnya.
Kalaksa BPBD Ponorogo Masum mengungkapkan kebakaran pertama terjadi pada 17 Juni 2024 lalu di Gunung Mawar Desa Tanjunggunung, Kecamatan Badegan.
Kemudian pada 22 Juni 2024 terjadi di Gunung Mangge masuk Desa Sidorejo, kecamatan Sukorejo, keduanya di wilayah Ponorogo bagian barat.
Di kawasan ini kebakaran lahan luasnya mencapai 1 hektar lebih, kemudian kejadian ketiga kebaran terjadi pada 19 Juli 2024 di Petak 59a RPH Guyangan BKPH Ponorogo Barat.

