News

Terus Terjadi, Kebakaran Hutan dan Lahan di Ponorogo

×

Terus Terjadi, Kebakaran Hutan dan Lahan di Ponorogo

Sebarkan artikel ini
kebakaran hutan
Petugas TNI-Polri turut membantu memadamkan kebakaran yang terjadi di wilayah Desa Tulung, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo. foto: dokumen polres ponorogo (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Musim kemarau dan kekeringan yang terjadi membuat sejumlah hutan dan lahan mudah terbakar, seperti halnya yang terjadi di wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Kebakaran hutan dan lahan di wilayah bumi reog ini bekalangan terus terjadi, terbaru kebakaran kembali terjadi di wilayah Gombak, Desa Nglarangan Kauman Somoroto, Senin (20/8/2024) sore pukul 16:00 WIB.

Kebakaran terjadi cukup lama dan api baru berhasil dipadamkan pada Selasa (00:00 WIB) dini hari setelah apara kepolisian dan TNI serta para relawan dan BPBD turut memadamkan api.

Baca Juga  Cuaca Ekstrem Ponorogo Tanah Longsor dan Ancaman Tersumbatnya Jembatan Tempuran

Hingga saat ini para petugas terus berjaga dan mengantisipasi munculnya titik api, mengingat saat ini kondisi kawasan yang kering dan berangin.

Kapolsek Somoroto, Kompol Haryo Kusbintoro kepada Radio Gemasurya FM mengatakan kebakaran yang terjadi diawali dari kebakaran di Desa Muneng pada Minggu (18/8/2024) dan menjalar ke kawasan Sukosari dan Gombak Larangan.

Api cepat merambat terbakar pada siang pukul 14:00 WIB karena hempasan angin yang kencang membuat api cepat membakar dan merembet ke arah bagian utara.

Kini lahan yang terbakar menurut Kompol Haryo, adalah lahan milik masyarakat dengan mayoritas tanaman jati, untungnya yang terbakar hanya selasar atau rumput dan dedaunan kering di bawahnya saja.

Baca Juga  Ungkap Bentrok Warga dengan Pekerja Proyek Polsek Tanah Abang Periksa 10 Saksi

Petugas terus melakukan antisipasi dan berusaha untuk mengatasi terjadinya kebakaran lebih luas, hingga tidak sempat merembet ke ladang jagung dan peternakan milik warga.

“Di bawah gunung ada ladang jagung serta peternakan warga, jika api menjalar hingga ke bawah tentu kerugian yang ditimbulkan cukup banyak dimana angin kencang dan cuaca kering akan membuat api semakin cepat meluas,” kata Haryo Kosbiantoro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *