News

Ternyata Ini Nilai Subsidi yang Diberikan Pemerintah untuk LPG 3 Kilogram

×

Ternyata Ini Nilai Subsidi yang Diberikan Pemerintah untuk LPG 3 Kilogram

Sebarkan artikel ini
images 4

KITAINDONESIASATU.COM – Harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi atau LPG 3 Kilogram saat ini diketahui Rp20 ribu. Ternyata selama ini pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp33 ribu pertabungnya.

Hal itu diketahui ketika Komisi VII DPR RI membeberkan nilai subsidi Gas LPG bersubsidi mencapai Rp33 ribu per tabungnya. Itu artinya, jika tanpa subsidi, harga LPG 3 kg bisa mencapai Rp53 ribu per tabungnya.

“Disparitas harga antara LPG 3 kg dengan LPG yang memang bukan subsidi itu besar sekali. LPG 3 kg itu di dalam satu tabung itu terkandung subsidi pemerintah Rp 33 ribu,” ungkap Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno, yang dikutip dari program Energy Corner, Rabu (4/9).

Baca Juga  Soal Gangguan Preman di Proyek BYD Subang, Eddy Soeparno: Pemerintah Harus Tegas

Dikatakan Eddy, besarnya subsidi yang diberikan untuk LPG 3 Kg ternyata tak tepat sasaran karena seharusnya hanya untuk warga kurang mampu. Namun nyatanya, masih banyak restoran, kafe hingga hotel bahkan artis yang terdeteksi menggunakan LPG 3 kg.

“Nah kalau sampai kalau kita itu bisa menata LPG 3 kilogram, saya kira lebih banyak lagi penghematan bisa dilakukan. Karena memang LPG 3 kilogram itu pun penggunaannya tidak tepat sasaran. Dipakai oleh kafe, restoran, hotel, bahkan masyarakat mampu banyak, bahkan waktu itu sudah ada di media sosial artis pun menggunakan ini,” terang Eddy.

Baca Juga  Dua Tayangan Film Trans TV Malam ini Senin, 28 Juli 2025 Bioskop Trans TV - xXx dan Heat

Karena itu, pemerintah diminta untuk menekan penggunaan LPG 3 Kg disesuaikan dengan yang berhak. Jika itu berjalan, kelak penghematan anggaran yang bisa diraih oleh pemerintah untuk subsidi LPG mencapai Rp30 triliun per tahun.

“Jadi saya kira itu juga perlu ditata. Tahun ini jumlah subsidi untuk LPG 3 kilogram itu Rp93 triliun. Nah kalau itu bisa ditata lebih lanjut lagi, bahkan dikurangi katakan saja 30% saja dikurangi. Itu hampir Rp30 triliun sendiri,” tukas Eddy. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *