Awal bulan Agustus Paribatra diberitakan telah berada di Jawa. Pada tanggal 4 Agustus 1932, Paribatra tiba di Tanjung Priok beserta istri dan putranya yang telah lulus dari Universitas Oxford beserta staf yang turut serta. Algemeen Handelsblad pada 5 Agustus 1932 menurunkan berita mengenai kemungkinan Paribrata beserta keluarganya menetap di Bandung.
Bwerita ini menghapus spekulasi Paribrata aka memilih tinggal di Eropa seperti yang sempat dikabarkan di awal kepergiannya dari wilayah Siam. Bandung dipilih sebagai tempat tinggal Paribrata Karen aiklim dan cuacanya yang dirasa sangat cocok dengan kondisi kesehatannya. Selain itu, juga karena adanya kisah pengalaman perjalanan sebelum ke Hindia Belanda yang dilakukan oleh ayahanda Paribrata yakni Raja Chulalongkom.
Tepat pada 8 Oktober 1932 seperti dilansir De locomotief, beberapa kerabat Paribrata tiba di Tanjung Priok dengan menumpang Kapal Sibayak. Lagi lagi, berita ini kemudian diikuti dengan kabar bahwa Paribrata beserta keluarga telah resmi tercatat sebagai penduduk Kota Bandung pad 22 November 1932. Diberitakan De locomotief, dicatat bahwa anggota keluarga Paribrata terdiri dari lima orang putrid an Sembilan orang Siam. (Yok/dari berbagai sumber)




