Menurutnya, teknisi refrigeration and air conditioning (RAC) perlu terus meningkatkan kemampuan agar dapat mengikuti perubahan teknologi. Pengetahuan mengenai aspek lingkungan juga menjadi bagian penting dari kompetensi mereka.
Karena itu, Kemnaker bersama KLH/BPLH melakukan pengembangan standar maupun materi pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan bidang refrigerasi dan tata udara.
“Bagaimana memilih, mengoperasikan, termasuk bagaimana zat-zat yang berbahaya terhadap lingkungan tidak lagi digunakan. Ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia secara global untuk mengurangi kerusakan ozon,” ujarnya.
Kerja Sama Kemnaker dan KLH Berjalan Sejak 2017
Pengembangan kapasitas tenaga kerja RAC bukan merupakan program baru. Yassierli menyebut Kemnaker dan KLH/BPLH telah membangun kerja sama di bidang tersebut sejak 2017.
Kolaborasi itu mencakup sejumlah aspek, mulai dari pemutakhiran Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), penyusunan dan pengembangan kurikulum, hingga skema pelatihan.
Penguatan kompetensi tenaga kerja juga menjadi bagian dari kerja sama tersebut agar pekerja bidang pendingin mampu mengikuti tuntutan teknologi sekaligus memperhatikan faktor lingkungan.
Dalam rangkaian kegiatan Hari Ozon Sedunia 2026, KLH/BPLH juga menyerahkan hibah peralatan pelatihan RAC kepada Kemnaker.





