KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah bakal menghidupkan lagi pendidikan nonformal. Di mana pemerintah berupaya membuka secara luas akses pendidikan demi menekan angka putus sekolah.
“Sekarang kita akan menghidupkan lagi pendidikan non formal karena itu menjadi bagian penting dalam memberikan dan membuka akses pendidikan untuk semua,” ujar Abdul Mu’ti, yang dikutip Selasa (29/10).
Menurutnya, Kemendikdasmen bakal membentuk rumah belajar sebagai bagian dari pendidikan nonformal. Tempat itu nantinya bakal diselenggarakan di sekolah-sekolah formal dan sehingga bisa manfaatkan dengan baik.
“Mungkin pada saat sore hari atau malam hari itu bisa digunakan, karena mungkin banyak anak-anak kita yang tidak bisa sekolah itu karena bekerja. Bisa juga mereka tidak bisa sekolah karena jaraknya jauh dari sekolah yang ada,” ujar Abdul Mu’ti.
Diungkapkan Mendikdasmen, langkah ini untuk menyediakan sarana belajar demi memudahkan anak-anak belajar. Terlebih, berdasarkan data yang didapat saat ini, angka putus sekolah di tengah masyarakat terbilang cukup tinggi.
“Karena angka putus sekolah itu kan faktornya berbagai macam ya, sebagian karena alasan ekonomi, sebagian juga karena alasan ya domisili,” ungkap Abdul Mu’ti.
Angka putus sekolah, sambung Abdul Mu’ti, juga bisa disebabkan karena faktor disabilitas. Dan pendidikan non formal itu pun nantinya akan dibarengi dengan program sekolah inklusif yang melibatkan penyandang disabilitas belum maksimal.
“Program sekolah inklusi yang sekarang ini berjalan kan masih belum bisa maksimal. Sehingga kita buka berbagai opsi bagaimana antara semua anak Indonesia apapun keadaannya mereka tetap bisa belajar sebagai bagian dari bekal dan modal kita untuk menjadi generasi yang hebat di masa depan,” pungkasnya. (*)


