News

Tawuran Remaja Marak di Bogor, Polisi Bongkar 11 Kasus: Sajam Dibeli Online

×

Tawuran Remaja Marak di Bogor, Polisi Bongkar 11 Kasus: Sajam Dibeli Online

Sebarkan artikel ini
kasus tawuran di bogor
Jajaran Satreskrim Polresta Bogor Kota, selama periode April sampai dengan Juni tahun ini, berhasil mengungkap 11 kasus tawuran dan kepemilikan senjata tajam (KIS/NICKO)

KITAINDONESIASATU.COM– Fenomena mengkhawatirkan terjadi di Kota Bogor. Akses mudah pembelian senjata tajam (sajam) secara online diduga jadi pemicu meningkatnya kasus tawuran remaja, bahkan melibatkan pelajar berusia 15 tahun.

Dalam dua bulan terakhir, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota berhasil mengungkap 11 kasus tawuran dan kepemilikan senjata tajam yang terjadi sejak April hingga awal Juni 2025 lalu. Sebagian besar pelakunya adalah di duga anak-anak muda yang masih berstatus pelajar.

Hal ini diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi Nugroho, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolresta Bogor Kota pada Selasa, 3 Juni 2025 sore.

Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa berbagai upaya preventif dan represif telah dilakukan oleh jajarannya untuk meredam aksi kekerasan jalanan yang melibatkan para remaja.

“Jajaran Satreskrim Polresta Bogor Kota, selama periode April sampai dengan Juni tahun ini, berhasil mengungkap 11 kasus tawuran dan kepemilikan senjata tajam,” ujar AKP Aji Riznaldi.

Dalam 11 kasus yang ditangani, sebanyak 32 orang telah diamankan. Mereka rata-rata masih berusia sangat muda, yakni antara 15 hingga 20 tahun, yang mengindikasikan bahwa pelaku tawuran sebagian besar berasal dari kalangan pelajar dan pemuda.

“Total pelaku aksi tawuran yang diamankan sebanyak 32 orang dan rata-rata usia pelaku masih di bawah umur, ada juga yang berusia 15 sampai dengan 20 tahun,” lanjutnya.

Tak hanya menangkap para pelaku, pihak kepolisian juga menyita puluhan senjata tajam berbagai jenis dan ukuran yang digunakan dalam aksi tawuran.

Dalam periode tersebut, jumlah senjata tajam yang diamankan mencapai lebih dari 90 bilah, terdiri dari berbagai jenis seperti celurit, golok, samurai, pedang, klewang, hingga sabit.

“Barang bukti yang diamankan di sekitaran tempat kejadian ada 31 jenis celurit dengan ukuran besar, 19 jenis celurit ukuran sedang, 21 jenis celurit ukuran kecil, 3 pucuk pedang, 7 golok, 2 samurai, 6 klewang dan 5 pedang jenis tramontina,” kata Aji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *