Petugas kesulitan melakukan pemadaman, akibat terhalang aksi tawuran antarwarga di sekitar lokasi kebakaran.
Rumah itu merupakan tempat tinggal bagi satu kepala keluarga (KK) dengan empat jiwa. Sedangkan bedeng tersebut tempat tinggal bagi enam KK dengan 24 jiwa.
Suku Dinas (Sudin) Gulkarmat Jakut dan Kepulauan Seribu mengerahkan 65 personel untuk memadamkan api di lokasi tersebut. “Total kerugian dari kebakaran ini diduga mencapai Rp90 juta,” ujarnya.
Informasi kebakaran diperoleh pada Sabtu malam, sekitar Pukul 19.32 WIB lalu petugas meluncur ke lokasi dan ketika akan memadamkan api tertahan dan terkendala akibat tawuran antar-warga.
“Kami mulai melakukan pemadaman pukul 20.20 dan selesai 21.21 WIB,” kata Kepala Seksi Operasional (Kasi Ops) Sudin Gulkarmat Jakut dan Kepulauan Seribu Gatot Sulaeman.
“Kami mendapatkan info terjadi kebakaran dan sudah mengirim personel tapi saat sampai di lokasi petugas tertahan tidak dapat melakukan pemadaman,” tuturnya.
Petugas tidak berani masuk karena pelaku tawuran menggunakan senjata tajam. “Kami tidak berani masuk ke lokasi untuk memadamkan api karena tawuran masih berjalan dan ada yang bawa celurit,” ucapnya.
Menurut dia, pihaknya meminta personel tetap di lokasi menunggu sampai tawuran selesai dan bisa melakukan pemadaman. “Kalau tidak ada polisi yang menjaga keamanan kami tidak berani masuk ke kawasan tersebut,” katanya. (Aris MP)
Tawuran Antarwarga Gunakan Bom Molotov, Bedeng di Tanjung Priok Ludes Terbakar

