Ia juga menargetkan Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan capaian tertinggi dalam penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan dan pembangunan rumah subsidi di Indonesia.
“Kita harus menjadikan Kabupaten Bogor sebagai contoh, dengan penyerapan KUR dan rumah subsidi paling banyak. Apalagi di sini Presiden Republik Indonesia tinggal, begitu juga Presiden sebelumnya. Jadi angka kemiskinan ekstrem harus bisa berkurang drastis,” tegasnya.
Lebih lanjut, Maruarar menyoroti pentingnya tata kelola anggaran yang transparan dan efisien dalam program bantuan perumahan seperti BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya).
“Saya senang, karena melalui sistem belanja langsung, ada efisiensi anggaran yang bisa dimanfaatkan kembali untuk memperbaiki lebih banyak rumah rakyat. Ini langkah yang sangat baik dan harus terus diperkuat,” ujarnya.
Dari sisi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Sekretaris Daerah (Sekda) Herman Suryatman menambahkan, arah pembangunan Jawa Barat berpijak pada dua kata kunci: sejahtera dan bahagia, yang menjadi ruh filosofi “gemah ripah repeh rapih”.
“Gemah ripah artinya sejahtera, repeh rapih artinya bahagia. Pemerintah hadir untuk membahagiakan masyarakat dan menyejahterakan mereka melalui berbagai program nyata, termasuk pembangunan sektor perumahan,” ujarnya.
Menurutnya, sektor perumahan memiliki multiplier effect besar karena mampu menggerakkan lebih dari 120 subsektor ekonomi dan membuka peluang kerja baru.
“Satu rumah melibatkan setidaknya empat pekerja. Jika sepuluh ribu rumah dibangun, berarti ada empat puluh ribu lapangan kerja baru. Inilah mengapa perumahan menjadi sektor andalan dalam menggerakkan ekonomi daerah,” tegas Herman.
Sekda Jabar juga mengapresiasi langkah Kementerian PKP yang menghadirkan berbagai program strategis seperti BSPS, MLPP (fasilitas pembiayaan perumahan), serta Kredit Program Perumahan (KPP).
“Program ini luar biasa. Tahun depan akan ada 400 ribu unit BSPS, dan kami berharap minimal 20 persen di antaranya untuk Jawa Barat. Kabupaten Bogor menjadi salah satu daerah prioritas,” katanya. (Nicko)

