KITAINDONESIASATU.COM– Program Tangsel Terang yang diprakarsai Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, semakin dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
Dalam acara Monitoring Pembangunan Program Tangsel Terang di Kelurahan Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong, Benyamin memastikan bahwa pemasangan lampu penerangan untuk tahun 2024 telah berjalan sesuai target dengan penyelesaian di 3.000 titik.
Benyamin menjelaskan bahwa program Tangsel Terang ini sudah diluncurkan sejak tahun 2022 dengan pemasangan di 600 titik, tahun 2023 mencapai 6.500 titik, dan tahun 2024 ini targetkan 3.000 titik.
“Dengan demikian, sudah lebih dari 10.000 titik penerangan yang berhasil kami bangun di berbagai wilayah di Tangsel ini,” ujarnya, kemarin.
Penerangan di gang-gang kecil sangat penting untuk mendukung aktivitas warga, meningkatkan rasa aman, serta mencegah tindakan kriminal.
“Dengan adanya lampu penerangan, kejahatan bisa dihindari, anak-anak bisa mengaji dengan aman, dan warga tetap bisa beraktivitas pada malam hari tanpa kekhawatiran,” tambahnya.
Program Tangsel Terang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sosial, dan budaya di wilayah ini.”Dengan lingkungan yang lebih terang dan aman, kami berharap ekonomi, sosial, dan budaya di Tangsel dapat terus bergerak tumbuh,” ujar Benyamin.
Program Tangsel terang menggunakan lampu LED hemat energi, dan tiang penerangan dirancang dengan ketinggian yang mudah dijangkau untuk perawatan. Biaya pemasangan satu tiang penerangan sekitar Rp2.600.000. Biaya listrik yang digunakan akan ditanggung oleh Pemkot Tangsel dan pemeliharaan serta perbaikan jika terjadi kerusakan bisa dilakukan oleh dinas perhubungan.



