Penanaman sebanyak 200 bibit mangrove dalam kegiatan ini dinilai sebagai simbol komitmen bersama untuk memelihara alam demi masa depan.
Gubernur Bali juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan pembangunan dan upaya pelestarian ekosistem Bali, terutama bagi daerah yang dikenal sebagai destinasi wisata dunia ini.
Ia menambahkan, kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun menjadi dasar utama dalam menjaga keseimbangan alam, sementara mangrove sendiri berperan strategis untuk mencegah kerusakan pantai akibat abrasi.
Lebih dari Sekadar Aksi Lingkungan: Tanam Nilai untuk Masa Depan
Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara mengungkapkan bahwa kolaborasi hijau tanam mangrove ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar pemulihan lingkungan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membentuk pola pikir dan kesadaran bersama tentang betapa berharganya memelihara alam.
“Langkah sederhana seperti ini sesungguhnya sedang menanamkan nilai-nilai mulia yang akan menjadi beban berharga bagi generasi mendatang,” ujarnya.

