Tak hanya soal pertanian, program ini juga membuka ruang bagi siswa untuk belajar kewirausahaan secara langsung—mulai dari produksi, pemasaran hingga transaksi sederhana. Anak-anak pun diajak memahami nilai dari kerja keras dan tanggung jawab terhadap apa yang mereka tanam dan hasilkan sendiri.
Kepala SDN Kukupu 3, Ersipah, mengungkapkan bahwa kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para orangtua. Mereka bahkan turut mendampingi anak-anak dalam proses merawat tanaman di rumah.
“Program ini menjadi contoh nyata pendidikan karakter yang berbasis praktik langsung dan menyenangkan. Anak-anak belajar tidak hanya dari buku, tetapi dari pengalaman nyata yang menyentuh kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ke depan, sekolah berencana mengembangkan konsep serupa melalui budidaya ikan lele berbasis akuaponik—kolam ikan yang dipadukan dengan tanaman di bagian atasnya. Dengan sistem ini, siswa diajak memahami ekosistem dan keterkaitan antar makhluk hidup.
“Nantinya saat panen jahe, ikan lele juga akan dipasarkan kepada orangtua. Siswa-siswi akan mencoba berjualan dan belajar berliterasi,” tambah Ersipah. (Nicko)
