KITAINDONESIASATU.COM– Menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin dinamis, SDN Kukupu 3 Kota Bogor memilih jalur yang tidak biasa: menanamkan nilai-nilai karakter melalui aktivitas bercocok tanam jahe. Program ini bukan sekadar kegiatan lingkungan, melainkan bagian dari strategi pembelajaran tematik yang dirancang untuk menanamkan tanggung jawab, kemandirian, serta berpikir kritis sejak dini.
Menariknya, aktivitas ini tidak berhenti di sekolah saja. Para siswa diminta untuk membawa pulang bibit jahe yang telah dibagikan, merawatnya di rumah, dan menjadikannya bagian dari rutinitas harian mereka. Dengan begitu, pembelajaran menjadi kontekstual dan berkelanjutan—menyatu dalam kehidupan sehari-hari.
Guru kelas VI SDN Kukupu 3, Listiami, menjelaskan bahwa pendekatan ini merupakan bentuk inovasi dalam pembentukan karakter siswa.
“Mereka menanam jahe baik di rumah maupun di sekolah, dan harus membiasakan diri bertanggung jawab seperti merawatnya. Minimal mereka menyiram tanaman jahenya saat kering dan mengontrol kadar airnya,” ujar Listiami, Rabu 23 Juli 2025.
Ia menambahkan, bibit jahe dibeli secara mandiri oleh sekolah lalu dibagikan kepada siswa kelas V, yang menjadi pelaksana utama program ini. Sedangkan siswa dari kelas I hingga kelas IV masih dalam tahap pengenalan terhadap tanaman jahe dan proses budidayanya.
“Kelas V menjadi penggerak utama kegiatan ini. Setelah jahe berhasil dipanen, siswa-siswi kami bimbing untuk mengolahnya menjadi produk sirup jahe. Hasilnya kemudian dijual seharga Rp15.000 kepada orangtua,” tambahnya.



