News

Takut Razia Satpol PP Lebak Dua Sejoli Ngumpet di Atas Plafon Kos-kosan

×

Takut Razia Satpol PP Lebak Dua Sejoli Ngumpet di Atas Plafon Kos-kosan

Sebarkan artikel ini
satpolpp.jpg1
Istimewa

KITAINDONESIASATU.COM-Bukan pasangan suami-istri nekat bersembunyi di atas plafon rumah kos guna  menghindari razia yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lebak pada Rabu (16/4/2025) malam. Razia tersebut merupakan razia gabungan di sejumlah rumah kos di wilayah Rangkasbitung.

Razia dilakukan atas dasar laporan dari masyarakat yang merasa resah yang diduga kos-kosan menjadi tempat prostitusi. Penyisiran kos-kosan dilakukan Satpol PP Lebak dimulai dari wilayah Ona hingga Dukuh yang diduga jadi tempat prostitusi.

Asep Didi Herdiansyah, Sekretaris Dinas Satpol PP Kabupaten Lebak, mengatakan, ada pengaduan dari masyarakat bahwa tempat kos-kosan diduga dijadikan ajang prostitusi, dan Satpol PP melakukan pengecekan ke lapangan.

“Sesuai dengan surat tugas, malam ini kami menggelar patroli khusus dalam rangka menindaklanjuti pengaduan masyarakat, banyak tempat kos-kosan atau kontrakan yang disalah gunakan,” kata Asep, Kamis (17/4/2025).

Awalnya, kata Asep, saat melakukan patroli ke salah satu kos-kosan tidak ditemukan penghuni kos-kosan,  kemungkinan razia telah diketahui. Akan tetapi, setelah bergerak ke kos-kosan lainnya para petugas baru mendapati pasangan muda-mudi.

“Disatu tempat kami tidak menemukan orang yang diduga melakukan asusila di tempat kos. Namun, di tempat lain ditemukan sembilan orang terduga pelaku. Bahkan ada pasangan yang bukan suami-istri nekat bersembunyi di tas plafon kos-kosan, karena takut kena razia,” ungkap Asep.

Sembilan pasangan muda-mudi yang diamankan digelandang ke Kantor Satpol PP bguna dilakukan pendataan dan pembinaan.

“Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP melakukan pemeriksaan. Dalam kurun tiga hari akan dilakukan pemberkasan yang kemudian kami sampaikan kepada orang tua masing-masing atau pihak keluarga para terduga untuk datang ke kantor Satpol PP dan dilakukan pembinaan,” ujar Asep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *