News

Tabrakan Tragis Adu Banteng di Gresik Beruntung Kakek Yosowilangun Selamat dari Maut

×

Tabrakan Tragis Adu Banteng di Gresik Beruntung Kakek Yosowilangun Selamat dari Maut

Sebarkan artikel ini
KECELAKAAN GRESIK4 1
Ilustrasi kecelakaan adu banteng di Gresik

KITAINDONESIASATU.COM – Banyaknya kejadian kecelakaan di wilayah Kabupaten Gresik menjadikan keprihatinan masyarakat khususnya pemangku wilayah hukum yakni Polres Gresik.

Kejadikan kecelakaan baik dialami pengendara sepeda motor, hingga mengendara mobil sudah banyak memakan korban meninggal maupun luka-luka.

Acara Indosiar Selasa, 29 April 2025: Penjual Air Zamzam Palsu Serakah Yang Sengsara Diakhir Hayatnya

Kali ini kecelakaan kembali terjadi dilakukan dua pengendara sepeda motor di Jalan Daendels Pantura Gresik, tidak ada korban jiwa namun dua pengendara mengalami luka parah, Senin (28/4/2025).

Celakanya korban kecelakaan dialami seorang kakek-kakek bernama Sadi berusia 71 tahun warga Abdul Rochim Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Gresik dan seorang pemuda Al Mirul (30) warga Jl Gubernur Suryo, Kota Gresik.

Peristiwa kecelakaan yang melibatkan seorang kakek ini membuat perhatian warga dan segera mengevakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik karena kondisinya luka serius di wajah, kaki dan tangannya.

Menurut informasi yang diperoleh dari Kapolsek Manyar AKP Dante Anan Irawanto mengungkapkan kecelakaan bermuda pengendara sepeda motor Honda ADV W 6149 CU dikendarai Hasby Al Mirul melaju dari arah timur ke barat.

Di tengah perjalanan tiba melaju sepeda motor W 46 19 AN dikendarai Sadi dari arah berlawanan dan langsung menabrak hingga terjadi tabrakan banteng keduanya.

Benturan langsung kedua pengendara itu membuat keduanya terpental dan terjatuh ke aspal hingga mengalami luka-luka serius.

Warga yang tiba di tempat kejadian segera memberikan pertolongan kepada kedua pengendara terlebih melihat saalah satu korban sudah berusia tua, membuat warga tak tega.

Keduanya langsung dilarikan ke RSUD Ibnu Sina menggunakan kendaraan patroli milik petugas kepolisian setempat, beruntung keduanya selama dan kondisinya kini sudah stabil.

Kapolsek Manyar menghimbau kepada warga pengendara jalan di kawasan Jalan Daendels Pantura Gresik agar berhati-hati dan selalu waspada karena banyak kendaraan bisa memicu timbulnya kecelakaan, jika pengendara tidak waspada dan berhati-hati.

Apalagi ruas jalan ini memiliki aktivitas kendaraan yang tinggi pagi siang hingga malam, baik roda dua roda empat hingga kendaraan besar seperti truk hingga trailler dan kendaraan lainnya.

Untuk itu kewaspadaan dan mematuhi peraturan rambu-rambu lalu lintas harus menjadi prioritas utama para pengendara jalan di kawasan ini.

Laka Adu Banteng
Kecelakaan adu banteng atau tabrakan frontal adalah jenis kecelakaan lalu lintas di mana dua kendaraan bertabrakan dengan bagian depan kendaraan masing-masing secara langsung saat melaju dari arah berlawanan.

Menurut berbagai sumber yang diperoleh adab beberapa faktor yang menjadi penyebab kecelakaan adu banteng, antara lain:

  1. Faktor Manusia – kelalaian pengemudi: Mengantuk, kurang konsentrasi, atau menggunakan ponsel saat mengemudi.

Mengemudi dalam kecepatan tinggi: Melebihi batas kecepatan yang ditentukan, khususnya di jalan dua arah tanpa median.

Mendahului (overtaking) tanpa perhitungan: Melakukan manuver mendahului kendaraan lain di jalan dua arah tanpa memastikan jalur aman.

Mengemudi dalam pengaruh alkohol/narkoba: Mengurangi kemampuan refleks dan pengambilan keputusan.

Kurang menguasai kendaraan: Tidak mampu mengendalikan kendaraan saat kondisi darurat.

  1. Faktor Jalan – jalan sempit tanpa median pemisah: Memudahkan kendaraan dari arah berlawanan masuk ke jalur lawan.

Tanjakan dan tikungan tajam: Membatasi jarak pandang pengemudi terhadap kendaraan dari arah berlawanan.

Penerangan jalan yang kurang memadai: Membuat jarak pandang terbatas di malam hari.

Permukaan jalan rusak atau licin: Menyebabkan pengemudi kehilangan kendali.

  1. Faktor kendaraan – rem tidak berfungsi optimal, bisa memperpanjang jarak pengereman saat situasi darurat.

Lampu depan yang menyilaukan (high beam): Membuat pengemudi dari arah berlawanan kehilangan pandangan.

Kendaraan tidak laik jalan: Seperti kondisi ban gundul, sistem kemudi bermasalah.

  1. Faktor lingkungan, yakni cuaca buruk, hujan lebat, kabut, atau gelap total membuat jarak pandang terbatas.

Kabut asap atau debu, menghalangi pandangan pengemudi hingga menimbulkan kecelakaan frontal. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *