News

Tabrakan Pesawat di Washington DC Tewaskan 67 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung

×

Tabrakan Pesawat di Washington DC Tewaskan 67 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung

Sebarkan artikel ini
FotoJet 4 29
Ilustrasi.

KITAINDONESIASATU.COM – Tabrakan pesawat yang terjadi pada hari Rabu, 30 Januari 2025, antara pesawat jet American Airlines dan helikopter militer AS dekat Washington DC menewaskan 67 orang di kedua pesawat dan menimbulkan pertanyaan terkait kekurangan staf di menara kontrol lalu lintas udara yang mungkin berperan dalam kecelakaan ini.

Insiden itu terjadi saat penerbangan American Eagle 5342 mendekati Bandara Nasional Reagan sekitar pukul 9 malam, bertabrakan dengan helikopter Black Hawk milik militer AS.

Puing-puing pesawat jatuh ke Sungai Potomac, menewaskan 64 penumpang dan awak pesawat serta tiga prajurit yang berada di helikopter tersebut.

Ini merupakan kecelakaan fatal pertama dalam penerbangan komersial di AS sejak 2009 dan segera mendapat komentar dari Donald Trump dan pejabat transportasi yang menyebutnya sebagai insiden yang “dapat dicegah,” meskipun penyelidik masih belum menemukan penyebab pastinya.

Badan Penerbangan Federal yang menyelidiki kecelakaan tersebut menemukan bahwa penempatan staf di menara kontrol Bandara Nasional Reagan pada malam itu “tidak sesuai dengan waktu dan volume lalu lintas yang ada,” dengan hanya satu pengontrol yang bertugas mengatur lalu lintas penerbangan dan helikopter. Padahal biasanya ada dua orang yang menangani tugas tersebut.

Kecelakaan ini menjadi tragedi nasional pertama sejak Trump dilantik, dan ia menggunakan kesempatan ini untuk berkomentar bahwa perubahan yang dilakukan oleh pemerintahan Biden terkait persyaratan perekrutan pengontrol lalu lintas udara mungkin berkontribusi terhadap kejadian tersebut.

Trump juga menyatakan bahwa perubahan tersebut merupakan bagian dari program keberagaman yang akan dihentikan oleh pemerintahannya, meskipun ia tidak memberikan bukti yang mendukung klaim tersebut.

Menteri Transportasi Pete Buttigieg menanggapi pernyataan ini dengan mengatakan bahwa Trump seharusnya lebih fokus pada kepemimpinan dan dukungan bagi keluarga korban daripada berbohong.

Penyelidikan oleh Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) sedang berlangsung, dan mereka berencana merilis laporan awal dalam 30 hari.

Sementara itu, lebih dari 300 pekerja darurat bekerja di Sungai Potomac untuk mengambil puing-puing dan jenazah.

Beberapa korban dari kecelakaan tersebut dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju kamp pengembangan yang diselenggarakan oleh atlet seluncur indah AS.

Salah satu kejutan tragis adalah bahwa dua juara dunia seluncur indah asal Rusia, Yevgenia Shishkova dan Vadim Naumov, juga berada di dalam pesawat tersebut.

Meski Bandara Nasional Reagan sempat ditutup setelah insiden, penerbangan kembali beroperasi pada hari Kamis. American Airlines telah menyediakan saluran bantuan bagi keluarga korban.- ***

Sumber: The Guardian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *