News

Susi Pudjiastuti Desak Presiden Prabowo Tindak Tegas Kapal Pair Trawl Vietnam di Natuna

×

Susi Pudjiastuti Desak Presiden Prabowo Tindak Tegas Kapal Pair Trawl Vietnam di Natuna

Sebarkan artikel ini
Susi Pudjiastuti Desak Presiden Prabowo Tindak Tegas Kapal Pair Trawl Vietnam di Natuna
Susi Pudjiastuti Desak Presiden Prabowo Tindak Tegas Kapal Pair Trawl Vietnam di Natuna

KITAINDONESIASATU.COM – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, kembali menyoroti pelanggaran wilayah laut Indonesia. Lewat akun X miliknya, Susi menyerukan tindakan tegas terhadap kapal asing yang masuk tanpa izin.

“Pak Presiden @prabowo mohon tangkap & tenggelamkan mereka,” tulis Susi. Pernyataan tersebut menanggapi masuknya kapal penangkap ikan asal Vietnam yang menggunakan metode pair trawl di Laut Natuna Utara. Metode ini memakai dua kapal yang menyeret jaring besar, dan dianggap sangat merusak dasar laut.

Menurut Susi, praktik tersebut mengancam kelestarian ekosistem laut dan melanggar kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga  Acara NET TV Jumat, 1 Agustus 2025 ada MDTV Series Family: Nada Cinta hingga I See Dead People

Lokasi kejadian berada di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, tepatnya 64,5 km dari pulau terluar atau sekitar 55 nautical miles. Aktivitas penangkapan ikan itu dilaporkan terjadi pada 22 Juni 2025, dan menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya pelanggaran serupa.

Seorang pengguna X yang dikutip Susi juga mengingatkan soal sanksi “kartu kuning” Uni Eropa terhadap Vietnam akibat aktivitas ilegal kapal mereka di Asia Tenggara. “Kalau perlu, berikan kartu kuning selamanya atau bahkan kartu merah,” tegas akun @imosint.

Laut Natuna dikenal sebagai wilayah rawan pelanggaran, khususnya oleh kapal dari Vietnam dan China. Selain kaya ikan, lokasinya yang strategis menjadikannya sasaran eksploitasi ilegal.

Baca Juga  Massa Ormas dan Karang Taruna Unjuk Rasa di Depan PT Sigma Rekayasa Prima Bekasi

Susi, yang dikenal karena kebijakan penenggelaman kapal ilegal saat masih menjabat, kembali menggaungkan pentingnya langkah tegas untuk menjaga kedaulatan laut. Banyak masyarakat merespons positif, menginginkan agar kebijakan lama itu dihidupkan kembali.

Selain persoalan kedaulatan, kapal pair trawl juga berdampak negatif secara ekonomi dan lingkungan. Alat ini merusak dasar laut dan mengancam keberlangsungan hidup nelayan tradisional.

Sorotan Susi mempertegas bahwa kedaulatan laut Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Pemerintah pusat diminta serius menangani wilayah rawan seperti Natuna agar tidak menjadi celah pelanggaran oleh negara asing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *