News

Sukabumi Dihajar Bencana Beruntun, 19 Titik Terdampak

×

Sukabumi Dihajar Bencana Beruntun, 19 Titik Terdampak

Sebarkan artikel ini
banjir sukabumi
Dok. Banjir di Sukabumi, Jawa Barat.

KITAINDONESIASATU.COM – Kota mochi itu berubah mencekam. Tiga hari tanpa jeda, Sukabumi dihantam bencana hidrometeorologi akibat curah hujan ekstrem sejak Rabu (3/12) hingga Jumat (5/12). Banjir limpasan, tanah longsor, pohon tumbang, hingga rumah roboh bermunculan di berbagai sudut kota.

Puncaknya, pada Jumat (5/12) petang, 19 titik lokasi dilaporkan terdampak bencana—sebagian besar akibat saluran air meluap dan tak mampu menahan derasnya hujan.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, yang turun langsung ke lapangan, menyebut banjir limpasan ini kian parah karena penyempitan saluran air dan kurangnya revitalisasi di beberapa lokasi. Contohnya di Gang Holil, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, area sungai yang sedang diperbaiki justru terhambat oleh penahan air yang terlalu panjang, membuat aliran makin menyempit.

Baca Juga  Ban Meletus Pikap Grand Max Angkut 13 Pekerja Perkebunan Kopi Terguling-guling

“Curah hujan tinggi ditambah penyempitan saluran akhirnya bikin banjir,” ujar Bobby saat meninjau lokasi, Sabtu (6/12).

Tak hanya itu, Bobby menyoroti persoalan klasik, sampah. Setiap kali hujan, sampah memenuhi sungai-sungai dan menyumbat aliran air, membuat banjir tak terhindarkan. Ia meminta warga lebih peduli menjaga lingkungan.

Pemerintah Kota Sukabumi kini bergerak cepat. Semua perangkat teknis dikerahkan untuk memantau wilayah dan menangani titik-titik bencana. Potensi bencana susulan masih tinggi karena prediksi BMKG menunjukkan curah hujan tetap ekstrem.

Baca Juga  Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial Jadi Tema Debat Kedua Pilkada Jakarta

Bobby juga menugaskan Kelurahan Siaga Bencana untuk bersiaga penuh. Setiap kelurahan diimbau menyiapkan anggaran kebencanaan, mengingat fiskal pemkot saat ini terbatas.

Bencana di 19 titik pada Jumat menyebar di 11 kelurahan dari lima kecamatan, yakni Cikole, Citamiang, Warudoyong, Gunungpuyuh, dan Baros.

Pemerintah telah menyalurkan bantuan darurat berupa alat tidur, sembako, hygiene kit, hingga pemasangan terpal agar air tidak kembali masuk ke rumah warga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *