KITAINDONESIASATU.COM – Kasus penemuan jasad wanita setengah telanjang yang ditemukan tewas di hutan jati Dusun Boworejo, Sampung, Kabupaten Ponorogo Selasa (12/8/2025) lalu, pelaku pembunuhan adalah suaminya sendiri.
Sementara motif dari pembunuhan itu adalah sakit hati dengan perilaku dan perkataan istrinya hingga tega menghabisi nyawa sang istri puncaknya setelah terlibat cekcok di antara mereka berdua.
Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyomenjelaska kepada wartawan mengatakan jika tersangka adalah Hartono (30) berhasil diamankan pada pukul 13:00 WIB atau 5 jam setelah jasad korban Alip Rahayu Arianti (30) ditemukan di hutan jati Sampung.
Sementara Hartono sendiri tak lain adalah suami korban yang baru dinikai sekitar 2,5 bulan yang lalu, keduanya hidup bersama di sebuah kontrakan di Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Menurut Kapolres pembunuhan dilatarbelangkangi adanya sakit hati, membuat tersangka kalap dan gelap mata, hingga tega menghabisi nyawa sang istri yang baru dinikahinya sekitar 2,5 bulan lalu.
Dijelaskan AKBP Andin terjadinya pembunuhan itu sendiri dipicu adanya sakit hati pelaku dengan ucapan Alip istrinya, salah satunya saat dalam perjalanan keduanya ke arah Wonogiri mengendarai motor.
Dari hasil pemeriksaan Hartono mengaku bahwa saat dia bonceng istrinya melontarkan kata-kata terkait orang tuanya, hingga dirinya sakit hati, karena mendoakan orang tua pelaku cepat meninggal oleh korban.
“Jadi motifnya sakit hati, lantaran korban mendoakan orang tua pelaku cepat meninggal,” ujar Kapolres Andin dalam keterangannya di Mapolres Ponorogo, Kamis (14/8/2025).
Dijelaskan pula oleh Kapolres setelah menikah, pelaku sebenarnya juga meminta istrinya agar berhenti bekerja sebagai LC atau purel freelance dan sudah disetujui.
Namun ternyata istrinya sering berbohong, di mana masih sembunyi-sembunyi menjadi purel online melalui aplikasi MiChat. Terakhir, Senin (11/8/25) sekitar pukul 13.00 WIB, korban pamit kepada pelaku untuk pulang ke rumah orang tuanya di Pacitan.
Kemudian pada hari Selasa, 12 Agustus 2025 sekitar pukul 02.00 WIB, korban menelepon pelaku untuk dijemput di sekitar perempatan lampu merah Somoroto, Ponorogo.
Mendapat kan permintaan dari istrinya, ke pelaku menjemput dengan Jupiter Z AE 5208 YO yang dipinjam dari salah satu teman pelaku.
Berdasarkan hasil interogasi penyidik, sebelum terjadi pembunuhan, korban dan tersangka terlibat cekcok dan mengendarai sepeda motor ke arah Sampung yang melewati hutan jati.
Di kawasan hutan jati inilah pelaku kemudian membawa korban masuk ke area hutan jati di sebelah timur Goa Lowo Desa Sampung, kawasan Ponorogo bagian barat.
Di lokasi inilah kemudian Hartono mencekik korban dengan kabel jaringan interten yang ditemukan dilokasi, kemudian membenturkan kepala istrinya ke pohon hingga tewas.
Setelah melihat istrinya Alip tewas pelaku kemudian menutup korban dengan karung kemudian Hartono meninggalkan mayat istrinya tertutup karung di hutan jati.
Hingga kemudian pada Selasa (12/8/2025) pagi jasad korban Alip ditemukan warga yang yang beraktivitas di kebun yang melewati hutan petak 98 RPH Tulung, BKPH Sumoroto, KPH Madiun, Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Ponorogo.
Saat ditemukan, kondisi korban tertelungkup sudah tidak bernyawa lagi, korban mengalami beberapa luka bekas jeratan di bagian leher, serta luka lebam di wajah dan kepala.
Sementara luka lebam dikepala korban saat ditemukan itu terjadi karena korban dibenturkan kepala korban di pohon, baru kemudian dijerat menggunakan kabel jaringan internet.
Selain mengamankan pelaku Hartono, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti antara lain kebel jaringan internet yang digunakan mencekik, pakain korban, KTP, Buku nikah dan 2 ponsel milik korban dan pelaku.
Atas tindakannya, tersangka terancam pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Sementara ayah korban Agus Suyatno sebelumnya mengatakan kepada wartawan jika dirinya kerap mendapatkan cerita dari putrinya jika pernah dipukul suami saat di rumah Pacitan.
Ia menyebut jika putrinya baru menikah sekitar 2,5 bulan sejak menikah dengan korban keduanya kemudian mengontrak di wilayah Purwantoro, Wonogiri, sementara kondisi rumah tangga mereka sering diwarnai cekcok.
Di sisi lain pekerjaan suami adalah serabutan, dan juga suka minum, kemudian Agus menyebut jika munculnya masalah di keluarga anaknya itu dipicu karena masalah ekonomi juga.
Bahkan sebelumnya putrinya Alip sembat mengabari jika akan pulang ke rumah di Bandar Pacitan. **
Selengkapnya klik video rilis di Mapolres Ponorogo: https://www.facebook.com/reel/1907459823129655



